Temui Marc, Pria yang Harus Minum 20 Liter Air Setiap Hari Agar Tidak Mati

Reporter : | 04 Des, 2017 - 12:11 pm WITA

Marc Wübbenhorst, diabetes insipidus, penyakit aneh

Marc Wübbenhorst (foto: Marc Wübbenhorst/Facebook)

MANADOTODAY.CO.ID – Marc Wübbenhorst harus minum setidaknya 20 liter air putih setiap hari agar tidak meninggal akibat dehidrasi. Pria 35 tahun asal Jerman tersebut menderita penyakit metabolik langka diabetes insipidus, yang menyebabkan rasa haus hebat dan ekskresi urin dalam jumlah banyak. Jika Wübbenhorst terlambat minum air putih, dia bisa mati kehausan dalam hitungan jam.

Rasa haus yang terus-menerus telah menjadi bagian dari kehidupan Marc Wübbenhorst. Tidak seperti rasa haus pada orang normal yang bisa hilang setelah minum satu atau dua gelas air. Tubuhnya tidak bisa menahan air, karena ginjalnya menghilangkan cairan hampir secepat dia meminumnya. Marc tidak pernah bisa mengabaikan rasa hausnya lebih dari satu jam, karena dia mulai mengalami gejala dehidrasi parah, seperti bibir pecah-pecah dan pusing. Ini adalah gejala yang dialami kebanyakan orang dewasa setelah dua atau tiga hari kekurangan cairan.

Wübbenhorst yang adalah seorang arsitek, lahir dengan kondisi tersebut. Saat masih anak-anak, dia berhasil mengelola kondisinya dengan cukup baik, memiliki banyak teman dan mencoba menjalani kehidupan normal, namun pada satu titik kondisinya semakin parah, dan dia mengalami depresi berat.

“Saya mengalami depresi kelelahan, saya tidak ingin pergi ke taman kanak-kanak, melukis, atau melihat parade lentera” kata Marc pada Neue Westfälische.

Setiap hari Wübbenhorst dimulai dengan sebotol besar air, tapi tidak lama setela itu dia harus segera pergi ke kamar mandi. Situasi bahkan semakin sulit saat malam hari, dengan dia mengakui bahwa tidak pernah tidur lebih dari dua jam untuk sepanjang hidupnya. Dia terus menerus harus bangun, minum dan pergi ke toilet. Totalnya, dia mengunjungi toilet hingga 50 kali dalam 24 jam.

Marc harus selalu mempertimbangkan kondisinya saat merencanakan jadwal kerja dan waktu luangnya. Situasi seperti penerbangan jarak jauh tidak memadai untuk kondisinya.

“Beberapa hal, seperti perjalanan jauh atau olahraga, tidak mungkin lagi,” katanya.

Dalam wawancara dengan Neue Westfälische, Marc menceritakan sebuah kejadian dramatis dimana diabetes insipidus hampir membunuhnya. Dia menjalani hari yang sangat panjang di kantor, dan pulang pada pukul 10:03:00 dengan kereta tanpa sebotol air. Perjalanan biasa tidak terlalu lama, jadi biasanya tidak ada alasan untuk khawatir, tapi malam itu kereta mogok, membuatnya harus menahan haus lebih lama.

Saat dia turun di stasiun Jahnplatz, di Bielefeld, dia sudah mengalami gejala dehidrasi parah. Dia pusing dan kebingungan. Untungnya, kebetulan ada teman dekatnya di sana malam itu yang langsung memberikan minuman untuk menyelematkan nyawanya.

sumber: odditycentral.com

Baca Juga :

Leave a comment