Wanita Kaget Temukan Bayi Dalam Perut yang Menurutnya Telah Diaborsi 15 Tahun Lalu

Reporter : | 01 Des, 2017 - 3:02 pm WITA

Lithopedion , bayi membatu, istilah Lithopedion , india

Hasil scan janin (foto: Cover Asia Press)

MANADOTODAY.CO.ID – Dokter di India terkejut menemukan janin yang telah mengeras dalam perut seorang wanita. Janin itu diperkirakan telah berada di perut selama 15 tahun.

Wanita 52 tahun yang tidak ingin disebutkan namanya tersebut, mengaborsi anaknya karena keluarga mengaku tidak ingin memiliki anak lagi. Pada saat itu, dokter kandungan dan ginekolog yang merawat wanita tersebut telah memastikan bahwa bayi telah berhasil digugurkan. Namun, dia terus menderita sakit perut selama bertahun-tahun dan mengunjungi beberapa dokter, yang hanya memberi obat penghilang rasa sakit.

Dan selama tiga tahun terakhir, dia terus-menerus muntah. Takut jika terjadi hal yang menakutkan, wanita yang berasal dari sebuah desa kecil dekat Nagpur, di Maharashtra, India, pergi ke Rumah Sakit Bedah Junankar, di kota tersebut, untuk melakukan pemindaian CAT dan menemukan penyumbatan di usus, menghalangi sistem pencernaan.

“Pemindaiannya menunjukkan penyumbatan di usus, struktur mirip batu menyumbat saluran makanannya.” kata Dr Nilesh, ahli bedah laparoskopi.

“Karena laporan yang tidak biasa ini, laparoskopi dilakukan dan mengejutkan kami, ada bayi berusia empat bulan di perut. Kami sangat terkejut. Ini sangat jarang.” kata Junankar.

Sebuah tim yang terdiri dari dua dokter memutuskan untuk segera mengoperasi wanita tersebut, dan janin yang telah membatu berhasil diangkat dalam operasi yang berlangsung selama dua jam.

“Sungguh mengejutkan bagi semua orang yang hadir di ruang operasi. Setelah membuka perut, ada bayi dewasa yang sudah ‘membatu’. Namun, rahim, ovarium dan saluran tubannya benar-benar normal.” jelas Dr Nilesh.

Bayi yang telah membatu atau Lithopedion dalam istilah medis, sangat jarang terjadi. Hanya 300 kasus seperti itu yang telah dilaporkan dalam 400 tahun terakhir di seluruh dunia.

“Karena tidak dilakukan sonografi, baik dia maupun dokter tidak mengira bayi itu masih di sana,” tambah Dr Nilesh.

Wanita tersebut kemudian mengucapkan terima kasih kepada rumah sakit karena telah membebaskannya dari sakit yang telah menyiksanya selama hampir 10 tahun terkakhir.

Baca Juga :

Leave a comment