Ketika Pantai yang Hilang 12 Tahun Lalu Kembali Muncul Dalam Satu Malam

Reporter : | 30 Nov, 2017 - 12:31 pm WITA

Ashleam

Pantai Ashleam (foto: Achill Tourism/Facebook)

MANADOTODAY.CO.ID – Bayangkan ketika anda terbangun dari tidur dan menemukan bahwa pantai indah yang biasa menemani anda sudah menghilang, pasir putih pantai hilang tersapu oleh badai yang aneh. Kemudian, anda menjalani hari selama 12 tahun yang panjang, dan tiba-tiba pantai kembali, semua keindahannya muncul oleh badai lain. Inilah yang terjadi di Pulau Achill, di lepas pantai Irlandia, di mana penduduknya merayakan kembalinya pantai Teluk Ashleam yang indah, yang sebelumnya hilang pada tahun 2005.

Menurut Seán Molloy, dari Achill Tourism, badai yang terjadi 12 tahun lalu telah membersihkan pesisir, hanya menyisakan kerikil dan batu-batu besar, dan kemudian badai musim semi mengganti semua puing-puing dengan lapisan pasir yang tebal.

Legenda setempat mengatakan bahwa pantai di teluk Ashleam akan kembali setiap tujuh tahun sekali, tapi kali ini tampaknya membutuhkan waktu sedikit lebih lama.

“Ada cerita rakyat dari ratusan tahun lalu yang mengatakan pantai ini kembali setiap tujuh tahun, lalu kembali lenyap. Pantai terakhir terlihat pada tahun 2005 dan berada selama beberapa bulan pada saat itu sebelum kembali lenyap, “kata Molloy.

Semua penduduk Pulau Achill sangat senang pantai berpasir mereka telah kembali, dan mereka memanfaatkan waktu untuk menikmati keindahan pantai sebelum kembali menghilang.

“Ini adalah pertama kalinya saya berada di pantai itu, meski saya tinggal di sini, dan saya tidak bisa melupakan betapa cantiknya itu. Ini benar-benar menakjubkan, ini adalah tempat favorit baru saya sekarang. Saya tidak tahu berapa lama pantai akan bertahan, tapi saya akan mengajak orang-orang untuk mengunjunginya, “Molloy menambahkan.

Beberapa mungkin cepat mengaitkan fenomena tersebut dengan perubahan iklim, tapi itu bukanlah alasan mengapa pantai di Achill terus menghilang.

Dr Kevin Lynch, seorang ahli geografi di NUI Galway, mengatakan kepada Irish Times bahwa kejadian ini adalah hasil hidrodinamika dan suplai sedimen, dan studi panjang telah mengesampingkan dampak perubahan iklim.

“Dalam kasus Dooagh, arah angin mengubah hidrodinamika teluk, dan mungkin menyapu pasir di pantai. Ini mungkin serupa untuk Ashleam, dan bisa juga erosi di satu bagian pantai telah menyediakan pasokan sedimen baru.”ungkap Lynch.

sumber: Irish Times 

Baca Juga :

Leave a comment