Remaja Mati Setelah Ayah Potong Kemaluannya Untuk Usir Setan Dalam Rumah

Reporter : | 29 Nov, 2017 - 1:45 pm WITA

Ram Gopal Patel,

Ram Gopal Patel (foto: Cover Asia Press)

MANADOTODAY.CO.ID – Seorang ayah tega memotong kemaluan anaknya dengan kapak agar ‘roh jahat’ yang menempati rumahnya pergi.

Ram Gopal Patel, 39, mengebiri anak laki-lakinya yang berusia 13 tahun, Rupesh, sebelum membiarkannya meninggal karena kehilangan darah di rumah mereka di Baloda Bazaar, India Tengah pada Sabtu.

Dia mengklaim bahwa dukun Rajesh Yadav, 19 tahun, telah menyuruhnya untuk mengorbankan remaja tersebut.

Sang ayah dan dukun memukul remaja malang di kepala sebelum melancarkan aksinya.

Ketika ibu sang anak, Sunita, kembali dari ladang, dia mendapati anaknya terbaring di lantai dan mulai berteriak meminta tolong.

Tetangga mengatakan bahwa keluarga tersebut telah mengeluh tentang roh jahat di rumah mereka sebelum berkonsultasi dengan dukun setempat.

“Terdakwa Ram Gopal Patel dan Rajesh Yadav mengorbankan Rupesh Patel yang berusia 13 tahun sebelum dia meninggal dunia. Mereka memukul Rupesh dengan keras di kepala dan kemudian memotong alat kelaminnya dengan kapak dan meninggalkannya tergeletak di lantai di genangan darah.” kata Inspektur setempat Ram Gopal Soni.

“Sang ibu sampai di rumah dan mendapati Rupesh terbaring di lantai. Dia melaporkan kejadian tersebut dan kami menangkap kedua pria tersebut kemarin. Sang ayah sejak itu mengakui kejahatannya tapi dalam keadaan shock dan mungkin menyesali tindakannya.” tambah Soni.

Ayah bocah malang tersebut mengatakan bahwa hal-hal aneh telah terjadi di rumah mereka seperti peralatan berbunyi dan jendela terbuka tertutup sendiri.

Dia mengaku sangat ingin menyingkirkan roh jahat tersebut, dengan istrinya mengatakan bahwa suaminya mungkin telah dikuasai roh jahat sebelum membunuh anaknya sendiri.

Kedua pria tersebut ditangkap atas tuduhan pembunuhan dan persekongkolan, dan akan tetap ditahan sampai persidangan.

Dukun di India tersebar luas di daerah pedesaan, di antara masyarakat yang buta huruf. Dan negara tersebut mengalami peningkatan kejahatan dukun di seluruh negeri, terutama di daerah terpencil.

Menurut National Crime Records Bureau, 135 orang terbunuh karena dukun pada tahun 2015, setara dengan satu orang setiap tiga hari. Tapi hanya sedikit yang bersedia bersaksi, begitu banyak kejadian tidak dilaporkan.

sumber: dailymail.co.uk

Baca Juga :

Leave a comment