Kota Ini Terancam Hancur Gara-gara Pengeboran Energi Panas Bumi

Reporter : | 28 Nov, 2017 - 2:31 pm WITA

Energi Panas Bumi, Kota Staufen , Jerman

(foto: Baden de/Panoramio)

MANADOTODAY.CO.ID – Sebuah kota di Jerman, terancam hancur berantakan. Kota Staufen yang memiliki 8.100 penduduk, memutuskan untuk berinvestasi pada energi panas bumi pada tahun 2007, bertujuan untuk energi hijau di masa depan. Sayangnya, keputusan tersebut menjadi bumerang saat pengeboran bawah tanah menyebabkan ratusan bangunan mulai retak.

Kota ini terletak pada lapisan anhidrit lunak, di bawahnya terdapat lapisan air tanah yang dibatasi akuifer. Kombinasi inilah yang terbukti berakibat fatal. Ketika bor menabrak lapisan air tanah, air mulai membanjiri anhidrat, yang segera membentuk gips dan berkembang sekitar 50 persen. Lebih dari 270 bangunan telah retak dalam sepuluh tahun terakhir dan keadaan tampaknya terus memburuk

“Kami sudah dalam mode krisis selama sepuluh tahun,” kata Walikota Michael Benitz kepada kantor berita DPA.

“Ini adalah malapetaka gerak lambat. Dalam kombinasi dengan air tanah, lapisan bumi ini berubah menjadi semen, menekan tanah ke atas.” tambahnya.

Tanah di beberapa tempat di Kota Staufen, telah naik hampir 62 sentimeter dan bergerak menyamping sejauh 45 sentimeter, menyebabkan bangunan saling terpisah. Dua rumah telah dirubuhkan, dan beberapa bangunan lain perlu dirobohkan untuk menghindari kecelakaan. Pembongkaran diperlukan karena hanya sebagain bangunan yang bergeser, sehingga perbaikan hampir tidak mungkin dilakukan.

“Kerusakan telah menjadi teman kami sehari-hari,” kata penduduk Csaba-Peter Gaspar kepada The Local, sembari menambahkan apartemennya yang terletak di pusat kota mengalami kerusakan yang parah.

Sebuah pompa di Staufen bekerja sepanjang waktu untuk mengeruk air tanah dan meminimalkan kerusakan yang akan terjadi, namun, sementara itu membantu mengurangi penumpukan semen dan memperlambat kenaikan tanah, tidak pasti berapa lama pompa perlu beroperasi sampai semuanya kembali normal.

“Saya bekerja dengan asumsi bahwa kami akan menghadapi masalah ini selama beberapa tahun lagi, mungkin bahkan berpuluh-puluh tahun,” kata Wali Kota Staufen.

sumber: odditycentral.com

Baca Juga :

Leave a comment