Ilmuan Jepang Bisa Ciptakan Hujan Meteor Buatan, Bisa Untuk Hadiah Ulang Tahun

Reporter : | 21 Nov, 2017 - 1:31 pm WITA

 Hujan Meteor Buatan, Shooting Star Challenge, ale jepang

(foto: NASA/JAX)

MANADOTODAY.CO.ID – Ingin memberikan hadiah ulang tahun yang tidak terlupakan kepada pacar? mungin hujan meteor buatan bisa menjadi pilihan.

Perusahaan yang berbasis di Tokyo, Ale, mengklaim dapat membuat hujan meteor buatan, dengan uji coba pertamanya akan didemonstrasikan di Hiroshima pada tahun 2019.

Perusahaan menggunakan satelit untuk membuat tampilan hujan meteor kapan saja dan dalam pilihan warna apapun. Masing-masing akan terlihat sejauh 62 mil (100km) ke segala arah, kata perusahaan.

‘Peluru’ akan dilepaskan dari satelit dan terbakar saat mencapai atmosfer bumi, dan setiap peluru bisa bertahan hingga sepuluh detik. Tapi, harganya tidak murah, dengan biaya hanya satu meteor jatuh mulai satu juta yen (Rp108 juta).

Satelit akan melepaskan peluru yang dirancang khusus, yang akan terbakar di atmosfer, masing-masing menciptakan cahaya terang yang mirip dengan bintang jatuh.

Bola berukuran kecil tersebut memiliki formula kimia rahasia yang membuatnya bersinar terang jika bergesekan dengan udara pada kecepatan hingga lima mil (8km) per-detik.

Kini, perusahaan tersebut telah mengumumkan Shooting Star Challenge, di mana mereka akan menguji satelit berukuran tas ransel dan berusaha menghasilkan hujan meteor buatan pertama di daerah Setouchi di Prefektur Hiroshima.

Rencananya adalah mengirim satelit yang berisilkan 300 sampai 400 peluru ke orbit 500 kilometer di atas Australia, tulis Rocket News.

Dari situ, akan memakan waktu sekitar 15 menit sebelum jatuh di atas Setouchi. Peluru buatan tersebut juga bisa terbakar lebih terang dan lebih lama dari meteor alami.

Pemimpin perusahaan Dr Lena Okajima, menginginkan kreasinya siap digunakan saat Olimpiade 2020.

“Ini buatan, tapi saya ingin membuat yang benar-benar indah yang bisa mengesankan orang-orang,” kata Dr. Okajima, sambil menambahkan setiap ‘bintang’ akan benar-benar hancur sebelum mereka menyentuh tanah.

Pengembangan dan peluncuran satu satelit mikro diperkirakan menghabiskan biaya satu miliar yen (Rp108 miliar). Satelit kecil berbentuk kubus 20 inci (50cm) dan akan mengorbit Bumi pada ketinggian 250 sampai 310 mil (400 sampai 500 km).

Tujuan proyek ini bukan hanya untuk bersenang-senang, ada juga aspek ilmiah di balik itu. Ilmuan bisa mengungkapkan suhu dan kerapatan atmosfir, dan pergerakannya, dan bahkan bisa mengungkapkan petunjuk tentang perubahan lingkungan. Dan membandingkan karakteristiknya dengan meteor jatuh ‘alami’ bisa mengungkapkan komposisi meteor.

“Kami yakin ada orang yang siap mengumpulkan uang untuk hujan meteor pertama di dunia yang juga bermakna secara ilmiah,” pungkas Dr Okajima.

Baca Juga :

Leave a comment