Olly Ingatkan Pentingnya Sinergitas Gereja dengan Pemerintah

Reporter : | 10 Nov, 2017 - 10:09 pm WITA

SULUT, (manadotoday.co.id) – Sinergitas gereja dengan pemerintah daerah sangat penting untuk mengoptimalkan setiap sumber daya, potensi dan talenta yang dimiliki untuk membangun dan memberdayakan masyarakat Sulawesi Utara (Sulut). Hal itu disampaikan Gubernur Olly Dondokambey, pada Katekisasi Calon Pelayan Khusus (Pelsus) GMIM Tahap II yang dilaksanakan di Graha Gubernuran Bumi Beringin Manado, Jumat (10/11/2017).

“Karena dalam kegiatan itu lebih mudah kita mensosialisasikan program-program pemerintah jika dikumpul sekaligus agar sinergitas gereja (GMIM) dengan pemerintah bisa berjalan. Besok juga kita (pemerintah) akan melakukan pertemuan dengan warga NU, semua jalan jadi program pemerintah kita sosialisasikan lewat lembaga-lembaga keagamaan,” ujarnya.

Dalam pertemuan yang juga dihadiri Wakil Gubernur Drs. Steven O.E. Kandouw (selaku penatua) bersama para pendeta, Pelsus dan peserta katekisasi itu, menurut Olly pesan khusus yang tersirat adalah dapat memastikan betul bisa merasakan pelayanan sebagai Pelsus.

“Jadi semua bisa berjalan bersama-sama,” tandas Olly yang menyampaikan materi sinkronisasi dan sinergitas GMIM dengan pemerintah pada pertemuan tersebut.

Sementara itu, Penatua (Pnt) Drs. Steven O.E. Kandouw di sela-sela pertemuan menyatakan semua umat manusia yang ada ada di muka bumi ini memiliki kedudukan yang sama di mata Tuhan.

“Semua makhluk hidup yang ada di muka bumi ini semua ciptaan Tuhan, dan di mata Tuhan itu semua sama,” katanya.

Untuk itu dirinya mengajak seluruh calon Pelsus GMIM untuk bersama-sama bekerja melayani jemaat dengan sungguh-sungguh serta menopang program pemerintah OD-SK, dalam rangka terwujudkan Sulut berdikari dalam ekonomi, berdaulat dalam politik serta berkepribadian dalam budaya.

Berdasarkan informasi yang diperoleh, terkait pelaksanaan katekisasi tahap II itu akan dilaksanakan secara bertahap pada tanggal 10-30 November 2017, dengan peserta calon Syamas dan calon Penatua tanggal 10 November 2017 terdiri dari :

  1. Wilayah Manado Tenggara, 240 Peserta.
  2. Wilayah Manado Mapanget Tumpa, 251 Peserta.
  3. Wilayah Manado Selatan, 150 Peserta.
  4. Wilayah Pineleng, 345 Peserta.
  5. BPMS, Penceramah, 15 Peserta.

Pada katekisasi, seluruh calon pelayan khusus akan diperlengkapi dengan materi dan informasi penting lainnya agar pemahaman tentang dasar, makna, tujuan, tugas dan tanggung jawab sebagai pelayan khusus dapat dihayati dengan benar.

Disamping itu, katekisasi bertujuan agar para pelayan khusus memiliki kekuatan, ketaatan dan komitmen pelayanan yang tahan uji, menjadi perlengkapan demi kematangan pribadi dan pertumbuhan gereja. (ton)

Baca Juga :

Leave a comment