Tutup Jambore Nasional Tagana 2017, Kandouw: Ini Ajang Pemersatu dan Perkokoh Jiwa Kemanusiaan

Reporter : | 26 Okt, 2017 - 9:43 pm WITA

Jambore Nasional Tagana

Wagub Sulut Steven Kandouw ketika memimpin apel akbar menutupan rangkaian kegiatan Jambore Nasional Tagana Nasional dan ASEAN + 3 Negara Tahun 2017.

SULUT, (manadotoday.co.id) – Wakil Gubernur Sulawesi Utara (Sulut) Steven Kandouw, menutup rangkaian kegiatan Jambore Nasional Tagana Nasional dan ASEAN plus Tiga Negara Asing ke-11 tahun 2017, yang digelar di Kabupaten Minahasa, Kamis (26/10/2017).

Kegiatan ini diikuti lebih dari 1400 peserta dari 35 provinsi, dan banyak memberikan sumbangsih positif bagi kemajuan penanganan bencana sosial, lebih dari itu, langsung menyentuh ke masyarakat lewat sejumlah bantuan langsung dari kementerian sosial ini.

Sejak awal pelaksanaan, organisasi kemanusiaan ini tercatat melakukan sejumlah aksi sosial kemasyarakatan. Diantaranya, tagana goes to school, ziarah ke makam Pahlawan Nasional Dr. Sam Ratulangie, bakti sosial pengangkatan enceng gondok di Danau Tondano, penanaman pohon di kaki gunung Lokon, pemberian jaket dan sembako pada kusir bendi, pemberian bantuan bagi masyarakat pasca Banjir di kecamatan Eris, Kakas dan Remboken, pemberian bantuan tangan dan kaki palsu, bantuan keserasian dan kearifan lokal bagi enam Kabupaten yang berjumlah Rp.500. juta.

Bukan hanya itu, Kementerian Sosial juga memberikan bantuan kendaraan operasional masing-masing dua unit Mobil Dapur Umum Lapangan bagi Pemkab Minahasa dan Kota Tomohon dan Tiga unit kendaraan roda dua operasional Tagana.

“Pertama bersyukur, kedua bersyukur, ketiga bersyukur lagi. Karena oleh hanya berkat dan rahmat oleh Tuhan kita sehingga kita berkumpul bersama-sama dalam acara Jambore Nasional Tagana di Provinsi Sulut, Provinsi nyiur melambai tepatnya di Kabupaten Minahasa, atas nama pemerintah dan rakyat Sulut di 15 Kab/Kota, menyatakan selamat datang di Provinsi yang paling utara di republik yang kita cintai ini. Apresiasi yang kami berikan kepada ibu Menteri, Pak Dirjen dan kawan-kawan sekalian yang telah mempercayakan dan memberikan kesempatan kepada Sulut untuk menjadi tuan rumah Jambore Nasional Tagana Asean + 3 ini. Mudah-mudahan ini bukan yang pertama dan terakhir tapi pelaksanaan selanjutnya bisa diselenggarakan di daerah ini lagi,” ujar Wagub Kandouw saat bawakan sambutan pada apel akbar Jambore Nasional Tagana 2017 yang dilaksanakan di lapangan Sam Ratulangi Tondano Kabupaten Minahasa.

Menurut Kandouw, menjadi harapan kita bersama tidak hanya kita di Provinsi Sulut melalui momentum kegiatan Jambore Nasional Tagana ini semakin mempererat, meningkatkan, mengukuatkan wawasan kebangsaan kita bahwa NKRI itu harus bersama-sama kita jaga dan kita amankan.

“Mudah-mudahan dengan pertemuan Jambore Nasional Tagana ini akan semakin meningkatkan pendalaman ilmu terhadap penanggulangan bencana. Kami di Sulut merupakan salah satu daerah di Indonesia yang potensi bencananya lengkap. Untuk itu kami merasa senang, bahagia karena paling tidak dari aspek bencana  meningkatkan kesadaran kami tentang perlunya keterlibatan pemerintah dan masyarakat secara bersama-sama untuk mengatasi bencana,” terangnya.

Kandouw juga meminta kepada para peserta yang hadir pada Jambore Nasional Tagana agar mengikuti dari awal hingga akhir dengan tertib.

“Selamat menikmati keindahan alam yang ada di daerah ini dan keramah-tamahan penduduk Sulut ini karena daerah Sulut merupakan salah satu ‘Tamansari Indonesia’, dimana seluruh komponen masyarakat, semua golongan agama dan latar belakang yang berbeda boleh hidup bersama di daerah bumi nyiur melambai ini. Kita bangga dan kita merasa perlu jadi contoh untuk 34 Provinsi lain di Indonesia, supaya mari kita jaga persatuan dan kesatuan,” tandas mantan Ketua DPRD Sulut itu.

Sementara itu, Direktur Jenderal Perlindungan Sosial Kementerian Sosial Harry Hikmat mengatakan, bantuan tersebut kiranya mampu dipergunakan sebaik-baiknya guna kemajuan Tagana yang ada di Minahasa dan Tomohon.

Lebih dari itu, dirinya berharap lewat gelaran kegiatan yang berlangsung kurang lebih empat hari ini, mampu meningkatkan kualitas dan layanan anggota Tagana. Terlebih, wawasan peserta makin bertambah lewat edukasi bersama negara ASEAN dan tiga negara asing.

“Lewat iven ini, kita makin tanggap dan cekatan disaat mengantisipasi dan menangani korban bencana nantinya. Tagana hadir ditengah-tengah masyarakat dan selalu siap siaga,” ungkap Hikmat.

Pasca kejadian bencana dahsyat ditahun 2004 lalu, menumbuhkan rasa empati yang besar dari masyarakat. Didirikannya Tagana  jelas jadi sumbangsih berharga bagi kemanusiaan di Indonesia. Olehnya, Hikmat berharap, seluruh peserta jambore bisa kembali ke daerah masing-masing, membawa pulang ilmu dan bekal yang didapatkan selang empat hari berturut.

“Karena melalui Jamnas ini jadi barometer kita untuk mengukur sejauh mana kapasitas kita ketika terjadi bencana nantinya, karenanya sekembalinya ke daerahnya, semua peserta bisa membagi ilmu dan pengetahuan yang didapatkan saat mengikuti Jamnas tahun ini. Lebih dari itu, jadi ajang pemersatu semua anggota Tagana yang berjumlah 35.054 se-Indonesia,”  katanya.

Pada kesempatan itu pula Kemensos RI melalui Dirjen Perlindungan Jaminan Sosial Harry Hikmat mengukuhkan Wakil Gubernur Sulut Steven Kandouw sebagai Pembina TAGANA Provinsi Sulut.

Dalam apel perdana yang dirangkaikan dengan upacara penutupan ini, turut hadir juga.Wakil Gubernur Banten, Wakil Gubernur Kalsel, Bupati Taliabu, Bupati Sumbawa serta sejumlah utusan negara Asean masing-masing Filipina, Kamboja, Malaysia dan Jepang serta unsur Forkompimda Provinsi Sulut, Kabupaten Minahasa dan Kota Tomohon. (ton)

Baca Juga :

Leave a comment