Warga Sorot Proyek Pembangunan Jalan Tenga–Pakuure

Reporter : | 19 Okt, 2017 - 9:00 pm WITA

 Jalan Tenga–Pakuure,  PT Sederhana Karya Jaya,  Dinas PU Minsel, Feliks Pasla ST, AMURANG, (manadotoday.co.id) – Proyek pembangunan infrastruktur pemeliharaan berkala ruas jalan Tenga-Pakuure, disorot warga. Pasalnya, proyek berbandrol Rp6.966.000.000 yang dikerjakan PT Sederhana Karya Jaya, dinilai asal jadi sehingga berimbas pada kualitas pekerjaan.

Bukan hanya itu, yang membuat warga bingung, saat ini pihak kontraktor sudah menghentikan pengaspalan kendati masih tersisa ratusan meter panjang ruas jalan yang sudah diberi material jenis LPA namum belum kunjung diaspal.

“Sudah sekitar sebulan pihak kontraktor tidak lagi melakukan pengaspalan. Bahkan alat berat yang dipakai untuk pengaspalan sudah tidak ada lagi di lokasi,” ujar Hukum Tua Desa Pakuure Calvin Selang.

Selain itu, selang juga mempertanyakan panjangnya pengaspalan, yang tidak tertera pada papan proyek. Padahal menurutnya, jika dibandingkan dengan proyek Dana Desa, yang dikerjakan pemerintah Desa, bukan hanya mencantumkan besaran anggaran namun juga harus besaran atau volume pekerjaan harus dicantumkan.

“Ini kan namanya tidak transparan. Dan sebagai pemerintah Desa Pakuure saya juga merasa kecewa dengan sikap pelaksana proyek yang tidak mau berkoordinasi dengan pemerintah desa saat melaksanakan pekerjaan di lokasi desa Pakuure,” kata Selang menambahkan bahwa perihal pengerjaan proyek ini sudah ia sampaikan saat reses dewan beberapa waktu lalu.

 Jalan Tenga–Pakuure,  PT Sederhana Karya Jaya,  Dinas PU Minsel, Feliks Pasla ST, Terpisah Kepala Dinas PU Minsel melalui Kepala seksi Pembangunan Jalan dan Jembatan Dinas PU Minsel Feliks Pasla ST, saat dikonfirmasi mengatakan awalnya pengerjaan proyek ruas jalan Tenga-Pakuure panjangnya 4 kilo meter. Namun terjadi perubahan volume kontrak sehingga proyek yang dikerjakan harus menyesuaikan dengan kondisi jalan saat dikerjakan.

“Awalnya pengaspalan mengikuti jalan yang pertama tapi dikomplain karena bergelombang. Akhirnya pihak kontraktor memenuhi permintaan pihak yang melakukan complain sehingga terjadi perubahan volume sesuai kondisi lapangan. Itu sebabnya pengaspalan hanya sekitra 3.5 km menyesuaikan dengan anggaran, yang ada,” kata Pasla.

”Untuk lebih jelas silahkan datang di kantor PU bagian Bina Marga. Dan kita akan jelaskan secara teknis perihal pengerjaan proyek pemerliharaan berkala ruas jalan Tenga-Pakuure, supaya semuanya jelas, ” tukasnya.

Sementara itu terpantau di lokasi proyek, Kamis (19/10/2017), pihak kontraktor masih sementara melaksanakan pengerjaan tanggul jalan. (lou)

Baca Juga :

Leave a comment