Desa Tumpaan Satu Jadikan Sampah Bahan Bernilai Ekonomi

Reporter : | 18 Okt, 2017 - 9:48 pm WITA

Desa Tumpaan Satu, Habsje Mintalangi SH,

Penjabat Hukum Tua Desa Tumpaan Satu Hansje Mintalangi (kiri) dan Kepala Dinas Lingkungan Hidup Kabupaten Minsel Roi Sumangkut MT (kanan), saat pencanangan program Bank Sampah. (ist)

AMURANG, (manadotoday.co.id) – Sampah bagi sebagian orang, mungkin hal yang kotor dan menjijikkan. Namun lain halnya bagi pemerintah Desa Tumpaan Satu Kecamatan Tumpaan, yang justru mengelolah sampah menjadi bahan bernilai ekonomi.

Penjabat Hukum Tua Desa Tumpaan Satu Habsje Mintalangi SH, mengatakan, bagi masyarakat Desa Tumpaan Satu, sampah bukan lagi jadi momok yang menakutkan, namun justru menjadi nilai tambah warga. Apalagi letak Desa yang tepat berada di jalan Trans Sulawesi, memungkinkan volume sampah terus bertambah sehingga berpotensi menjadi menjadi masalah lihgkungan.

“Intinya, warga mengumpulkan sampah berbagai jenis untuk kemudian dijual pada Bank Sampah, yang dikelolah pemerintah desa bekerjasama dengan Dinas Lingkungan Hidup Kabupaten Minsel,” kata Mintalangi.

Lanjut dia, program Bank Sampah yang menjadi Pilot Project Dinas Lingkungan Hidup Kabupaten Minsel, mendapat apresiasi positif warga, karena sejauh ini sudah memberikan keuntungan sebagai salah satu sumber penghasilan.

“Karena itulah kita terus optimlakan program Bank Sampah ini. Apalagi respon warga sangat tinggi. Buktinya, hampir setiap hari warga datang membawa sampah untuk ditabung. Dan program ini terus disosialisasikan warga kepada masyarakat lainnya, bagaimana menjadikan Sampah berguna bagi masyarakat,” imbuhnya.

Selain itu menurut Mintalangi, sasaran lain dari program Bank Sampah, untuk mengingatkan masyarakat agar tetap menjaga kebersihan lingkungan dengan tidak membuang sampah sembarangan, sehingga lingkungan akan terus terlihat bersih, asri dan nyaman.

“Bukan hanya itu program Bank Sampah ini, kita galakkan dalam rangka menunjang Adipura Pemkab Minsel di tahun 2018 mendatang,” tutupnya. (lou)

Baca Juga :

Leave a comment