Lagi, Minahasa Dibawah Kepemimpinan JWS Raih Penghargaan di Bidang Kesehatan

Reporter : | 26 Sep, 2017 - 7:21 pm WITA

 Hari Kontrasepsi Sedunia, RSUD Samratulangi Tondano,  dr Mariani Suronoto, TONDANO, (manadotoday.co.id) – Prestasi demi prestasi terus diraih Pemkab Minahasa dibawah kepemimpinan Bupati Jantje Wowiling Sajow (JWS). Setelah meraih penghargaan sebagai daerah dengan Laporan Penyelenggaraan Pemerintah Daerah (LPPD) terbaik se-Sulawesi Utara, kali ini Pemkab Minahasa kembali meraih penghargaan di bidang kesehatan tingkat Nasional.

Dalam peringatan Hari Kontrasepsi Sedunia yang dilaksanakan di Lombok, Nusa Tenggara Barat (NTT), Senin (25/9/2017), Pemkab Minahasa melalui RSUD Samratulangi Tondano berhasil meraih juara I lomba pelayanan kesehatan dan KB PP dan PK tingkat Nasional tahun 2017.

Berdasarkan informasi yang diterima dari pihak RSUD Samratulangi Tondano, melalui Direkturnya dr Mariani Suronoto, penghargaan ini diberikan oleh Pemerintah Pusat melalui Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional (BKKBN).

“Tentunya terima kasih kami sampaikan kepada seluruh pihak yang telah mendukung kami, terutama kepada Bupati Jantje Wowiling Sajow (JWS), yang sudah memberikan dukungan penuh sehingga RSUD Samratulangi Tondano bisa berprestasi di tingkat nasional,” ujar Suronoto.

Sementara itu, terkait penghargaan ini, Bupati JWS mengaku bangga serta bersyukur. Menurutnya prestasi ini adalah berkat dukungan serta peran serta seluruh masyarakat Kabupaten Minahasa yang sudah sadar dengan pemakaian alat-alat kontrasepsi.

Sementara itu, Kepala Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional (BKKBN) Surya Chandra Surapaty, mengatakan, Hari Kontrasepsi Sedunia yang diperingati pada 26 September bertujuan meningkatkan komitmen program keluarga berencana (KB).

“Keikutsertaan BKKBN dalam peringatan Hari Kontrasepsi Sedunia tidak sekedar ikut-ikutan atau perayaan sesaat saja,” kata Surya Chandra Surapaty.

Peringatan Hari Kontrasepsi Sedunia bertujuan mengingatkan percepatan pencapaian program kependudukan, keluarga berencana dan pembangunan keluarga (KKBPK) serta pentingnya kontrasepsi dalam mewujudkan keluarga kecil bahagia sejahtera. Sampai saat ini, ujar dia, strategi dan upaya dilakukan BKKBN untuk mencapai sasaran angka kelahiran total 2,33, pemakaian kontrasepsi modern sebesar 60,9 persen, kebutuhan ber-KB yang tidak terpenuhi sebesar 10,26 persen, peserta KB aktif 21,7 persen dan tingkat putus pakai kontrasepsi 25,3 persen.

Namun, berdasarkan survei indikator kinerja program RPJMN 2017, angka kelahiran total 2,4, pemakaian kontrasepsi modern 57, 6 persen, kebutuhan ber-KB yang tidak terpenuhi masih tinggi 17,5 persen. Angka yang menunjukkan hasil bagus dan mendekati target hanya peserta KB aktif sebesar 21,5 persen. Surya juga menekankan untuk mewujudkan target RPJMN 2017, BKKBN membutuhkan komitmen dan partisipasi aktif dari mitra menjadi petugas KB. (Rom)

Baca Juga :

Leave a comment