Rapat Paripurna Istimewa HUT Sulut ke-53, OD- SK Gunakan Pakaian Adat Sulut

Reporter : | 24 Sep, 2017 - 1:46 pm WITA

Olly Gelorakan Semangat Kerja Bersama

foto 1

Gubernur Olly Dondokambey dan Ketua TP-PKK Sulut Ir. Rita Dondokambey-Tamuntuan, mengenakan pakaian adat Minahasa. Dan Wakil Gubernur Steven O.E Kandouw bersama Wakil Ketua TP-PKK Sulut dr.Kartika Devi Kandouw-Tanos, mengenakan pakaian adat Bolaang Mongondow.

SULUT, (manadotoday.co.id) – Perayaan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-53 Provinsi Sulawesi Utara (Sulut), dilaksanakan pula lewat Rapat Paripurna Istimewa DPRD Provinsi Sulut yang digelar di Gedung Kantor DPRD Provinsi Sulut yang baru, di Kairagi Manado, Sabtu (23/9/2017).

Menariknya, dalam rapat paripurna istimewa itu, Gubernur Olly Dondokambey dan Ketua TP-PKK Sulut Ir. Rita Dondokambey-Tamuntuan, mengenakan pakaian adat Minahasa. Begitu pula dengan Wakil Gubernur Steven O.E Kandouw dan Wakil Ketua TP-PKK Sulut dr.Kartika Devi Kandouw-Tanos, begitu percaya diri mengenakan pakaian adat Bolaang Mongondow.

Bukan itu saja, Ketua DPRD Sulut Andrei Angouw dan Ibu Irene Pinontoan, mengenakan Pakaian Adat Minahasa. Dan Sekdaprov Sulut Edwin Silangen bersama Ketua Dharma Wanita Persatuan (DWP) Sulut Ivonne Silangen-Lombok mengenakan pakaian Adat Sangihe.

foto 2

Gubernur Olly Dondokambey (pakaian adat Minahasa). Wakil Gubernur Steven O.E Kandouw (pakaian adat Bolaang Mongondow). Sekdaprov Sulut Edwin Silangen (pakaian adat Sagihe).

Hal ini pertama kali terjadi dalam sejarah pelaksanaan Rapat Paripurna Istimewa DPRD dalam rangka HUT Provinsi Sulut, dan merupakan konsep yang dicetuskan Gubernur Olly Dondokambey, untuk menggelorakan kembali semangat cinta budaya daerah.

“Saya dapat jatah mengenakan pakaian adat minahasa, Wagub mengenakan pakaian adat Bolmong, dan Sekprov mengenakan pakaian adat Sangihe. Ini untuk menggelorakan kembali semangat cinta budaya Sulawesi Utara,” ujar Olly.

Sementara itu, Wagub Kandouw mengajak seluruh masyarakat Sulut untuk terus menjaga keragaman budaya yang ada di Sulawesi Utara sebagai modal besar untuk membawa Sulut sebagai pintu gerbang pariwisata di bagian timur Indonesia.

foto 3

Gubernur Olly Dondokambey, Wakil Gubernur Steven O.E Kandouw, dan Ketua DPRD Sulut Andrei Angouw masing-masing bersama Isteri tercinta.

“Momentum pelaksanaan rapat paripurna ini, saya mengajak seluruh masyarakat Sulawesi Utara untuk terus menjaga keragaman budaya kita, karena hal tersebut menunjukkan bahwa Sulawesi Utara benar-benar berkepribadian dalam kebudayaan. Tidak hanya itu, dengan kemajemukan budaya yang ada di Sulawesi Utara akan sangat menunjang kemajuan di sektor pariwisata, karena para turis sangat tertarik dengan keunikan budaya di suatu daerah. Mari kita wujudkan Sulawesi Utara sebagai pintu gerbang pariwisata di bagian timur Indonesia,” terang Kandouw.

Tampak hadir dalam pada rapat paripurna istimewa DPRD Sulut ini, para Bupati, Wali Kota, Wakil Bupati, Wakil Wali Kota dari 15 Kabupaten dan Kota di Sulut, jajaran Forkopimda, pejabat di Lingkup Pemprov Sulut, yang juga mengenakan Pakaian Adat masing-masing daerahnya.

Rapat Paripurna Istimewa DPRD Provinsi Sulut

foto 4

Gubernur Olly Dondokambey ketika memberikan sambutan pada Rapat Paripurna Istimewa DPRD Provinsi Sulut.

Gubernur Olly Dondokambey, dalam sambutannya pada Rapat Paripurna Istimewa DPRD Provinsi Sulut dalam rangka HUT ke-53 Provinsi Sulut, mengajak seluruh pemerintah kabupaten dan kota serta masyarakat Sulut untuk tidak membeda-bedakan satu sama lain namun selalu bersinergi, bergotong-royong, bersatu-padu, bekerjasama, bersepakat menjalin persatuan dan kebersamaan guna menyelesaikan persoalan.

“Demi terwujudnya Sulawesi Utara berdikari dalam ekonomi, berdaulat dalam politik dan berkepribadian dalam budaya,” ungkap Olly.

Terkait pembangunan di bidang ekonomi, Olly menjelaskan, pertumbuhan ekonomi Sulut melaju dengan cepat pada Triwulan I tahun 2017 sebesar 6,43 persen, lebih tinggi dari pertumbuhan ekonomi nasional sebesar 5,01 persen. Inflasi pun dapat dipertahankan pada level satu digit yaitu pada angka 3,59 persen.

foto 5

Gubernur Olly Dondokambey dan Wakil Gubernur Steven O.E Kandouw, foto bersama pimpinan DPRD Sulut yang mengenakan pakaian adat.

Disamping itu, untuk sektor investasi, total realisasi investasi periode Januari hingga Juni 2017 mencapai Rp. 2,86 triliun (PMA Rp 2,5 triliun dan PMDN Rp. 319 miliar). Pencapaian ini 114,4 persen lebih besar dari target RPJMD Sulut yang sebesar Rp. 2,5 triliun melalui investasi pada sektor pariwisata, energi dan pertambangan.

“Di tahun 2017, total realisasi investasi telah melampaui target yang ditetapkan,” kata Olly.

Tren pertumbuhan ekonomi Sulut yang positif pada tahun 2017, juga telah mampu menurunkan angka pengangguran. Hal ini terlihat dari angka pengangguran di Provinsi Sulut yang pada tahun 2017 sebesar 6,12 persen turun dibandingkan keadaan pada tahun 2016 sebesar 7,82 persen.

Sementara, tingkat kemiskinan di Sulut pada tahun 2017 sebesar 8,1 persen turun dibandingkan keadaan pada tahun 2016 sebesar 8,98 persen. Sejauh ini, angka kemiskinan di Sulut lebih rendah jika dibandingkan dengan nasional yang mencapai 10,64 persen.

foto 6

Gubernur Olly Dondokambey dan Wakil Gubernur Steven Kandouw, foto bersama jajaran Forkopimda Sulut, dan para Bupati, Wali Kota, Wakil Bupati, Wakil Wali Kota dari 15 Kabupaten dan Kota di Sulut.

Pembangunan yang terkait dengan stabilitas politik dan keamanan di Sulut juga terus mengalami kemajuan. Ini terbukti Sulut sebagai barometer kerukunan di Indonesia. Bahkan BPS merilis data tingkat kebahagian masyarakat Sulut mencapai 73,69 atau tertinggi ketiga secara nasional.

“Artinya, bahwa masyarakat Sulut merasa berbahagia tinggal, hidup dan bekerja di wilayah ini,” pungkas Olly.

Begitu juga di tingkat demokrasi, Sulut mampu mencapai indeks demokrasi sebesar 76,34 jauh melebihi angka indeks demokrasi Indonesia yang berada pada angka 70,09.

Pencapaian positif juga tercapai di bidang kesehatan. Jumlah balita gizi buruk pada semester pertama 2017 ini, turun 0,007 persen. Diikuti jumlah kematian ibu yang turun sebesar 4,1 persen dan angka harapan hidup yang mencapai 70,9 tahun.

Sebelumnya, Ketua DPRD Sulut Andrei Angouw yang memimpin langsung paripurna itu, mengapresiasi seluruh masyarakat Sulut yang turut bekerja membangun Sulut.

“Atas nama pimpinan DPRD, kami berterima kasih setinggi-tingginya kepada semua pihak, khususnya seluruh masyarakat yang telah bergotong royong mewujudkan cita-cita Provinsi Sulawesi Utara,” katanya.

Disamping itu, Angouw juga berharap, agar peringatan HUT Prov. Sulut itu mampu memperkuat persatuan masyarakat Sulut.

“Saya harap ini dapat menjadikan kita semakin mempererat tali persaudaraan dan kebersamaan serta melakukan yang terbaik untuk Sulut yang kita cintai,” tandasnya. (ton)

Baca Juga :

Leave a comment