Tolak Kepsek Baru, Pintu Ruang Kepsek SD GMIM Makasili Dipalang

Reporter : | 04 Sep, 2017 - 9:17 pm WITA

 SD GMIM Makasili ,  Norma Saruan SPd, Helly Wungow SPd, KUMELEMBUAI, (manadotoday.co.id) – Penggantian Kepala Sekolah (Kepsek) SD GMIM Makasili yang dilakukan Bupati Christiany Eugenia Paruntu, saat roling jabatan structural dan fungsional jajaran Pemkab Minsel, pekan lalu kini berbuntut masalah. Penyebabnya, karena penggantian Kepsek yang baru itu dinilai inprosedural, karena tidak melalui rekomendasi Badan Pekerja Majelis Jemaat (BPMJ) GMIM Maranatha Makasili, sebagaimana aturan yayasan AZR Wenas GMIM. Akibatnya, sejumlah ungkapan penolakan ditulis warga melalui karton yang dipajang pada pintu masuk sekolah. Bukan hanya itu pintu masuk ruangan Kepala Sekolah juga dipalang warga, yang keberatan atas penunjukan Kepsek yang baru.

“Pada Hari Sabtu pekan lalu, ketika kami hendak masuk sekolah tiba-tiba didapati sudah ada karton yang dipajang pada pintu masuk, bertuliskan ungkapan penolakan terhadap kepsek yang baru. Penolakan kepsek yang baru ini, kabarnya karena tidak melalui rekomendasi sidang Majelis jemaat ” ujar sejumlah Guru yang enggan namanya dipublish, saat ditemui manadotoday.co.id, disela-sela keguiatan belajar mengajar, Senin (4/9/2017).

Terpisah, Ketua Jemaat GMIM Maranatha Makasili Pdt Betsie Kakilome STh, ketika dikonfirmasi terkait masalah penggantian Kepsek, mengatakan bahwa sesuai aturan yayasan AZR Wenas, penggantian harus melalui rekomendasi sidang Majelis Jemaat. Bahkan diakuinya, bahwa pihaknya tidak menerima pemberitahuan Pemkab Minsel, soal adanya penggantian Kepsek di SD GMIM Makasili.

“Berdasarkan hasil sidang majelis pada bulan Juli 2017, menjawab surat yayasan AZR Wenas untuk penggantian kepsek yang ditujukan kepada GMIM Maranatha Makasili, merekomendasikan bahwa untuk Kepsek SD GMIM Makasili, masih mempertahankan Kepsek yang lama atas nama Pnt. Helly Wungow SPd, karena dinilai memiliki banyak prestasi. Artinya, dari hasil sidang itu tidak merekomendasikan nama lain selain Kepsek yang lama,” paparnya.

Atas keputusan melakukan roling Kepsek, Ketua BPMJ GMIM Maranatha Makasili ini, mempertanyakan dasar pelantikan yang dilakukan Pemkab Minsel, tanpa melalui rekomendasi sidang Majelis, sebagaimana aturan yang berlaku bagi sekolah yayasan GMIM.

 SD GMIM Makasili ,  Norma Saruan SPd, Helly Wungow SPd, “Jika Kepsek yang baru mengantongi rekomendasi yayasan AZR Wenas, itu berarti yayasan telah menyalahi aturan. Karena mengajukan pergantian Kepsek bukan berdasarkan rekomendasi hasil keputusan sidang mejelis, sebagaimana aturan yang berlaku,” tandasnya.

“Sebagai Ketua BPMJ saya berharap akan ada solusi terbaik atas permasalahan ini, sehingga tidak menimbulkan resistensi di tengah jemaat. Sebab jika terus dibiarkan imbasnya adalah para Murid, yang tidak lama lagi akan menghadapi ujian tengah semester,”pungkasnya

. Sementara itu, dari pantauan manadotoday.co.id, meskipun aksi penolakan menjadi pembicaraan hangat warga, namun aktifitas kegiatan belajar mengajar tetap berjalan normal seperti biasa.

Sekedar informasi Kepsek SD GMIM Makasili yang baru dilantik oleh Bupati Minsel pekan lalu yakni Norma Saruan SPd, menggantikan Helly Wungow SPd, Kepsek yang lama. (lou)

Baca Juga :

1 comment

  1. Yuanly Pepa mengatakan:

    ayo duduk bersama dulu untuk pemkab dan yayasan,,
    mudah2an cuman masalah miskomunikasi saja,
    supaya nantinya tidak ada 2 kelompok / 2 kubu di desa makasili soal kepsek ini,
    & untuk 2 kepsek yg berasangkutan tolong duduk bersama & cari solusi yg terbaik. & di shere ke jajaran sekolah…
    mudah2an smua aman…
    AMIN

Leave a comment