IWO se-Indonesia Prihatin Atas Penganiayaan Wartawan di Bitung

Reporter : | 29 Agu, 2017 - 8:29 pm WITA

BITUNG, (manadotoday.co.id) – Kasus penganiyaan dengan senjata tajam terhadap salah satu Wartawan Online di Kota Bitung, Dhivan Awondatu (37) menyedot perhatian Ikatan Wartawan Online (IWO) se-Indonesia. Bahkan, DPW IWO Sulut secara resmi menerbitkan Siaran Pers ke seluruh media online mengecam tindakan yang dialami Dhivan Awondatu, Selasa (29/8/2017).

“Tindakan kekerasan terhadap rekan kami di Kota Bitung menjadi perhatian serius DPW IWO Provinsi Sulut dan IWO dari daerah lain di Indonesia,”kata Ketua DPW IWO Sulut, Victor Rarung.

Selain itu, Rarung juga mengapresiasi respon kinerja kepolisian yang telah bergerak cepat menangkap para pelaku.

“Sikap Proaktif Polres Bitung kami apresiasi setinggi-tingginya. Dan saya sayangkan aksi anarkis terhadap Jurnalis masih saja terjadi,” katanya.

Keprihatinan juga disampaikan Ketua DPW IWO Kalimantan Barat (Kalbar), Kristoporus Popo, S.Pd.

“Bila kasus ini menyangkut pemberitaan wartawan, hendaknya pihak yang merasa dirugikan meminta hak jawab kepada wartawan bersangkutan,” tegas Popo.

Ditambahkan Ketua Dewan Kehormatan IWO Kalbar, Yudo Sudarto, SP,MSi, bahwa apabila terjadi delik Pers atau kasus-kasus berkaitan dengan Pers, sebaiknya diselesaikan sesuai UU Pokok Pers Nomor 40 tahun 1999. Salah satu Ahli Dewan Pers ini mengingatkan, tugas wartawan kerap sampai larut malam, jadi harus tetap waspada dalam bertugas.

“Perlu waspada mengingat tugas Pers kadang-kadang sampai larut malam misalnya meliput berita saat konflik. Karena itu jurnalis perlu ekstra hati-hati,” katanya.

Sementara, Ketua IWO Kota Bitung Hezky Goni SE mengatakan, hal ini harus menjadi perhatian semua aparat terkait di Kota Bitung, karena kasus premanisme seperti ini kerap terjadi.

“Stabilitas keamanan mesti ditingkatkan lagi karena hal seperti ini sangat berpengaruh terhadap citra Kota Bitung apalagi, Pemkot Bitung tengah gencar menggenjot sektor pariwisata,” ujarnya sembari berharap peran seluruh elemen masyarakat sangat dibutuhkan guna menekan angka kriminalitas.

“Pasti semua kita tidak mau kalau saudara, teman atau siapa saja di Kota Bitung menjadi korban kebrutalan,” kuncinya.

Diketahui, sebelumnya, korban dibacok tanpa sebab oleh orang tak dikenal di Kelurahan Girian Atas Kecamatan Girian, Senin (28/8/2017) dinihari sekitar pukul 00:20 Wita. Korban kemudian dirawat di RS Bitung, dengan 33 jahitan di bagian kepala, telinga dan kedua tangan. Pelaku sendiri, diciduk oleh anggota Tarsius Polres Bitung di Desa Klabat Minut Senin, (28/8/2017) sekitar pukul 19:30 Wita.(kys)

Baca Juga :

Leave a comment