SDN Inpres 7/83 Girian Weru Jadi Percontohan Penerapan PPK

Reporter : | 24 Agu, 2017 - 9:24 am WITA

SDN Inpres 7/83 Girian Weru, PPK, Donny Koesuma , Desly Sumampouw BITUNG, (manadotoday.co.id) – Penerapan Pendidikan Penguatan Karakter (PPK) di SDN Inpres 7/83 Girian Weru Dua, menjadi tujuan peninjauan puluhan kepala sekolah (kepsek) dari Sulut dan Gorontalo, Rabu (23/8/17) kemarin.

Kunjungan dari sejumlah kepsek ini, didampingi 8 orang Tim Pengembangan PPK Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud). Salah satu anggota Tim Pengembangan PPK Kemendikbud Donny Koesuma mengatakan, saat ini khusus untuk Kota Bitung sendiri, setahun terakhir SDN Inpres 7/83 Girian Weru Dua yang menjadi percontohan implementasi PPK tersebut.

“Diharapkan, setelah para kepsek ini mendapat bimbingan berupa materi kelas dari kami, sekaligus melihat dari dekat seperti apa sekolah yang telah melaksanakan PPK ini, maka mereka bisa menerapkan pada sekolahnya masing-masing,” ujarnya.

Penerapan PPK sendiri menurut dia, disesuaikan dengan karakter sekolah dan lingkungan setempat. Bahkan menurut dia, pihaknya juga saat ini tengah berupaya menepis isu negatif dan pemahaman keliru terkait PPK ini yakni penerapan Full Day School.

“Nggak harus dipaksakan sekolah yang menerapkan PPK, harus 5 hari saja karena, 6 hari juga bisa kok, intinya kan penguatan karakter dari peserta didik,” tambahnya.

Disentil soal SDN Girian Weru Dua, Koesoema mengaku, sejak setahun terakhir, walaupun kepseknya telah berganti namun progres penerapan PPK di sekolah tersebut sudah sangat baik. Tantangan penerapan PPK di sekolah menurut dia, ada beberapa macam diantaranya adalah pemahaman tentang pelaksanaan PPK itu sendiri dari kepsek serta kesiapan sarana dan prasarana di sekolah.

“Di SD Girian Weru Dua ini saya lihat ada pengembangan karakter bermacam-macam, salah satunya adalah Polisi Cilik. Jika sekolah lain juga ingin menerapkan PPK lantas jauh dari Polres misalnya, bisa dialihkan ke yang lain, misalnya pasukan Jumantik yang bekerja sama dengan Puskesmas terdekat,” imbuhnya.

Sementara itu, Ketua Komite Sekolah Desly Sumampouw menjelaskan, penerapan PPK di sekolah tersebut melibatkan orang tua murid yang juga sangat mendukung hal ini.

“Kita sebagai orang tua yang tergabung dalam Komite sekolah mendukung penerapannya, sehingga kegiatan ini bisa berjalan sebagaimana yang teman-teman kepsek dari sekolah lain lihat,” tutupnya.(kys)

Baca Juga :

Leave a comment