JWS-JRK, Paduan Politisi dan Birokrat yang Sarat Pengalaman

Reporter : | 23 Agu, 2017 - 10:08 pm WITA

Janjte Wowiling Sajow (JWS) (kiri) bersama dengan Jeffry Robby Korengkeng (JRK) (kanan)

Janjte Wowiling Sajow (JWS) (kiri) bersama dengan Jeffry Robby Korengkeng (JRK) (kanan)

TONDANO, (manadotoday.co.id) – Meski baru akan digelar pada tahun 2018 mendatang, Pilkada Minahasa semakin menarik untuk dibahas. Warga pun bertanya-tanya dan menunggu siapa pasangan yang paling tepat untuk memimpin Minahasa lima tahun kedepan. Sejumlah nama kian mengerucut seperti halnya Ivansa-CNR yang makin jelas akan diusung Partai Golkar.

Kini PDI-P masih terus mencari pasangan yang tepat untuk mendampingi Drs Jantje W Sajow M.Si (JWS) yang sudah pasti diusung partai milik Megawati untuk papan satu. Berbicara soal sepak terjang JWS yang kini menjabat Bupati Minahasa, tentu sudah tak perlu diragukan lagi, JWS dinilai berhasil memimpin Minahasa dan PDI-P Minahasa selaku ketua DPC PDI-P Minahasa.

Pertanyaan kini, siapa yang pantas mendampingi JWS. Wakil ketua Bidang Organisasi DPD PDIP Sulut Steven Kandouw yang juga Wakil Gubernur pada waktu lalu bahwa mengatakan sosok JRK pantas mendampingi JWS di Pilkada 2018 mendatang.

“Sosok JRK pantas mendampingi JWS di pilkada 2018 mendatang. Beliau birokrat handal bahkan satu diantara 50 birokrat terbaik di Sulut, “ungkap Kandouw di sela-sela kegiatan pertanian di Ranowangko, Kombi pada waktu lalu.

Sementara Ketua Pengurus Anak Cabang (PAC) PDIP Tondano Timur, Marchel Wolayan, S.Pd, mengakui bahwa nama JRK kini mencuat dikalangan Masyarakat. Menurut Wolayan, JRK memang pantas mendampingi JWS.

“Memang sosok JRK kini mulai ramai diperbincangkan di kalangan masyarakat maupun internal partai. Contohnya nama JRK muncul ketika pada saat rakor PDIP pada waktu lalu dengan agenda pengusulan nama-nama bakal calon,” ungkap Wolayan yang di ikuti beberapa ketua-ketua PAC lainnya.

Lanjut Wolayan, untuk proses selanjutnya, dirinya menyerahkan kepada pengurus DPD dan DPP.

“Sebagai kader, tentunya apa yang menjadi keputusan pengurus DPD maupun DPP, kita tinggal mengikutinya. Dan tuntunya harus berdasarkan mekanisme partai dan melalui hasil survei,” pungkasnya.

Korengkeng yang laihir di Kakas, Minahasa, tahun 1961 ini, menyandang Sarjana S1 Hukum Tata Negara pada Tahun 1986, kemudian melanjutkan study S2 Pasca Sarjana di Universitas Sam Ratulangi Manado (Unsrat) dengan mengambil jurusan Pengelolaan Sumber Daya Pembangunan dan Lulus pada tahun 2007. Selain menjadi Birokrat handal yang berkualitas dan mumpuni, Korengkeng dikenal sebagai sosok yang berintegritas tinggi.

Dirinya (JRK) merupakan salah satu rising star dan selalu menjadi andalan kepala daerah dan wakil kepala daerah dari generasi ke generasi. Diketahui juga, Korengkeng sempat menempati jabatan penting dan strategis di pemerintahan. Karir birokrat beliau mulai menjabat kepala bagian administrasi kepegawaian pada dinas pendapatan daerah pada tingkat l Sulut, kemudian menjabat kepala sub bagian personalia kepegawaian di Dipenda Provinsi Sulut dan kedua jabatan itu dijabat tahun 1991.

Pada Tahun 1993, Korengkeng diberi tanggung jawab sebagai kepala bagian (Kabag) Dokumentasi Hukum pada Biro Hukum dan Ham Pemprov Sulut, kemudian menjabat Kabag bagian Hukum pada Instansi yang sama pada tahun 1998.

Lompatan besar karirnya sebagai birokrat terjadi pada Tahun 2005 ketika diberi kepercayaan yang sangat strategis, yakni sebagai penjabat Walikota Tomohon. Kepercayaan besar itu dijawabnya dengan kinerja yang membanggakan. Sebelumnya pada Tahun 2001, dirinya menduduki jabatan Karo Hukum dan Ham di Setda Provinsi Sulut.

Lepas dari Tomohon, karir Korengkeng kian melejit. Jabatan yang bergengsi ketika dirinya menjabat Kepala Badan Kepegawaian Daerah (BKD) Provinsi Sulut yang menjabat pada tahun 2006 sampai 2009. Pada Tahun 2010, Korengkeng menjabat dua jabatan sekaligus di lingkup Pemprov, yakni Asisten Pemerintahan dan Kesra serta Inspektur Pemprov Sulut.

Kemudian Korengkeng diutus untuk membangun daerahnya untuk menata birokrasi di Pemkab Minahasa. Terlebih dahulu dirinya diangkat sebagai Pelaksana Tugas (Plt) sebagai Sekretaris Daerah (Sekkab) Minahasa, dan kemudian didefinitifkan untuk membantu tugas Bupati Drs.Jantje Wowiling Sajow, M.Si dan Wabub Ivan Sarundajang. (Rom)

Baca Juga :

Leave a comment