Tidak Pernah Kenyang, Bocah 10 Tahun Ini Miliki Berat 90kg

Reporter : | 21 Jul, 2017 - 5:52 pm WITA

Caden Benjamin , sindrom Prader-Willi

Caden Benjamin (foto: CEN)

MANADOTODAY.CO.ID – Caden Benjamin memiliki berat badan mencapai 90kg dan akan memakan apapun yang bisa dia dapatkan.

Bocah berusia 10 tahun tersebut bahkan mengunyah kertas toilet karena kelainan genetik langka membuat dia merasa terus-menerus lapar.

Caden yang berasal dari Provinsi Mpumalanga, Afrika Selatan, telah didiagnosis dengan sindrom Prader-Willi. Ini adalah kelainan langka tidak dapat disembuhkan yang mempengaruhi sekira 20.000 orang di seluruh dunia. Prader-Willi dapat menyebabkan kenaikan berat badan ekstrim karena penderita mengalami keinginan untuk makan yang konstan dan rasa lapar permanen.

“Suatu saat, Caden makan kertas toilet. Sebenarnya, dia akan makan kertas apa pun yang akan dia temukan di rumah. Jika tidak ada yang bisa dia makan, dia akan mengumpulkan kotoran yang dia temukan di lantai dan memakannya.” kata Zola, ibu Caden.

Sindrom Prader-Willi diperparah oleh fakta bahwa penderita sebetulnya membutuhkan lebih sedikit makanan daripada orang normal lain – karena tubuh mereka memiliki lebih sedikit otot dan cenderung membakar lebih sedikit kalori.

“Pada usia tiga tahun, beratnya sudah 40kg dan saat itu, kami tidak tahu apa yang salah dengan dia. Kami pergi ke sejumlah dokter dan tidak ada yang bisa memberi tahu kami apa yang salah dan mengapa badannya sangat berat.”ungkap ibunya.

Akhirnya, seorang dokter di Rumah Sakit Akademik Steve Biko melakukan tes dan mendiagnosa penyakit Caden.

“Biasanya dia akan memulai hari dengan makan empat potong roti keju dan kemudian satu jam kemudian dia akan minum Coke dan makan sisa makanan kemarin malam. Kemudian saat makan siang dia akan makan dua potong ayam besar. Dia akan makan setiap jam seterusnya.”keluh ibunya.

Tapi dengan berat badan yang diluar kontrol, kesehatan Caden sangat terancam. Beberapa tahun yang lalu ia terpaksa menjalani trakeotomi dan sekarang bernafas melalui tabung yang dimasukkan ke dalam tenggorokannya.

Anak kecil itu juga menderita depresi karena dia tidak bisa hidup seperti anak normal.

Sumber: dailystar.co.uk

Baca Juga :

Leave a comment