Wanita Mati Setelah Empat Kali Aborsi Dalam Satu Tahun Karena Suami Inginkan Anak Laki-laki

Reporter : | 19 Jul, 2017 - 10:14 pm WITA

Aborsi , bahaya Aborsi , tes kehamilan ultrasound

(foto: Shanghaiist.com)

MANADOTODAY.CO.ID – Seorang wanita asal Cina, tepatnya di provinsi Anhui, meninggal secara tragis baru-baru ini setelah mengaborsi empat kehamilan dalam satu tahun. Aksi nekat tersebut dia lakukan untuk memenuhi permintaan suaminya yang menginginkan anak laki-laki.

Empat tahun yang lalu, wanita tersebut melahirkan seorang bayi perempuan, namun, setelah Cina mengakhiri kebijakan “satu anak” tahun lalu, suami wanita tersebut mendesaknya untuk kembali memiliki anak, namun harus berjenis kelamin laki-laki.

Sayangnya, setiap kali hamil, pasangan itu selalu mendapatkan anak perempuan, membuat suaminya memaksanya untuk melakukan aborsi. Akhirnya, aborsi membahayakan kesehatan wanita tersebut, dan parahnya lagi, saat dia sakit parah, si suami malah menceraikannya.

Wanita malang tersebut kemudian pergi ke Shanghai untuk berobat menggunakan uang penyelesain percerain, namun, dokter di sana tidak mampu menyelamatkan hidupnya, menurut laporan China Youth Daily.

Selama berada di rumah sakit, mantan suaminya tidak pernah datang menjenguk, malahan ada informasi bahwa dia telah membeli mobil baru dan bersiap untuk menikah lagi.

Setelah kejadian tragis tersebut, keluarga wanita mengunjungi rumah mantan suaminya membawa serta abu bekas pembakaran mayat, menuntut dia untuk menemui mantan istrinya. Namun, dia hanya bersembunyi di rumah tetangga sampai keluarga wanita pergi.

Ternyata, wanita malang itu sering memeriksakan jenis kelamin anaknya yang belum lahir dengan tes ultrasound, yang ilegal di Cina karena berbahaya. Pekan lalu, sepasang saudara kandung ditangkap di Shenzhen karena mengoperasikan bisnis ultrasound ilegal.

Sumber: shanghaiist.com

Baca Juga :

Leave a comment