Dapat Bukti Baru, Apakah Benar Ini Wajah Sesungguhnya Yesus Kristus

Reporter : | 18 Jul, 2017 - 2:01 pm WITA

 Yesus Kristus, wajah  Yesus Kristus, kain turin,

Kain Kafan Turin telah dipuja-puja selama berabad-abad oleh orang-orang Kristen yang menganggap kain tersebut sebagai kain kafan penguburan Yesus (foto: Wikipedia)

MANADOTODAY.CO.ID – Para ahli telah mengungkapkan bahwa Kain Kafan Turin menunjukkan tanda-tanda darah dari korban yang mengalami penyiksaan – mendukung klaim bahwa kain tersebut digunakan untuk mengubur Yesus Kristus.

Kain linen, yang diyakini telah digunakan untuk membungkus mayat Yesus setelah penyaliban, mengandung ‘nanopartikel’ darah dari orang yang tidak sehat.

Elvio Carlino, seorang peneliti di Institute of Crystallography di Bari, Italia, mengatakan bahwa partikel-partikel kecil tersebut telah mencatat skenario penderitaan hebat, yang korbannya terbungkus dalam kain kafan tersebut.

Partikel ini memiliki ‘struktur, ukuran dan distribusi yang aneh,’ menurut profesor Universitas Padua, Giulio Fanti.

Dia mengatakan bahwa itu bukan tipikal darah orang sehat, karena menunjukkan kadar zat yang disebut kreatinin dan feritin dalam jumlah tinggi, yang biasanya ditemukan pada pasien yang menderita beberapa trauma hebat seperti siksaan.

“Nanopartikel biologis ini ditemukan selama percobaan kami, menunjukkan kematian yang hebat yang dialami pria yang dibungkus Kain Kafan Turin.” kata Profesor Fanti.

Kain Kafan Turin, yang berukuran sekira tiga meter kali satu meter, dan berisi gambar seseorang yang samar-samar, telah dipuja-puja selama berabad-abad oleh orang-orang Kristen yang menganggap kain tersebut sebagai kain kafan penguburan Yesus. Kain telah menjadi subyek studi ilmiah yang intens untuk memastikan keasliannya.

Temuan baru tersebut dipublikasikan di jurnal ilmiah AS, PlosOne, dalam sebuah artikel berjudul ‘Bukti Biologis Baru dari Studi Resolusi Atom tentang Kain Kafan Turin.’

Temuan baru bertentangan dengan klaim bahwa kain kafan dibuat di era Abad Pertengahan.

Fanti mengatakan bahwa karakteristik partikel-partikel ini ‘tidak bisa menjadi artefak yang dibuat selama berabad-abad pada kain Kain Kafan.’

“Temuan ini hanya bisa diungkapkan dengan metode yang baru dikembangkan di bidang mikroskop elektron.”tambah Elvio Carlino.

Dia mengatakan bahwa penelitian tersebut menandai studi pertama tentang ‘sifat nano dari serat murni yang diambil dari Kain Kafan Turin.’

Penelitian ini dilakukan oleh Instituo Officia dei Materiali di Trieste dan Institute of Crystallography di Bari, keduanya berada di bawah Dewan Riset Nasional Italia, serta University of Padua’s Department of Industrial Engineering.

Sumber: metro.co.uk

Baca Juga :

Leave a comment