Wanita Dipenjara Dua Tahun Karena ‘Pura-pura Mati’

Reporter : | 13 Jul, 2017 - 3:31 pm WITA

Arafa Nassib, Scottish Widows , penipuan asuransi

Arafa Nassib (foto: PA)

MANADOTODAY.CO.ID – Seorang wanita yang memalsukan kematiannya sendiri di Tanzania dan menyuruh anaknya itu untuk mengajukan klaim asuransi jiwa senilai £ 136.000 atau sekira Rp2,3 miliar, telah dipenjara selama dua setengah tahun.

Aksi Arafa Nassib ketahuan saat penyidik ​​tidak menemukan jejak kuburannya yang seharusnya berada di Zanzibar. Mereka kemudian diberitahu bahwa dia tinggal di Kanada.

Anak laki-laki Nassib yang berusia 18 tahun, Adil Kasim, diberi hukuman ketertiban masyarakat selama 12 bulan di Pengadilan Birmingham Corwn.

Saat diadili, pengadilan mendengar bahwa Nassib yang berusi 48 tahun, memiliki hutang sebesar £ 80.000 (Rp1,3 miliar) sebelum memutuskan untuk melakukan perjalanan ke Zanzibar, dimana dia dikatakan telah menjadi korban kecelakaan mobil pada bulan April tahun lalu.

Kasim, seorang mahasiswa seni dan desain, ditangkap tahun lalu setelah mengajukan sebuah surat kematian ‘palsu tapi terlihat resmi’, yang dia katakan dikeluarkan oleh sebuah rumah sakit di Tanzania.

Nassib datang ke Inggris sebagai pengungsi dari Kenya pada tahun 1998, dan memiliki hutang dari pembelian di perusahaan furnitur BrightHouse and PerfectHome.

Jaksa Jonathan Barker mengatakan kepada pengadilan bahwa Nassib mengambil polis asuransi jiwa pada tahun 2013, dengan anaknya sebagai penerima manfaat.

“Pada tanggal 6 Mei 2016, sebuah klaim dikirim ke Scottish Widows melalui surat oleh anaknya Adil Kasim. Seandainya penipuan itu berhasil, maka konspirator akan mendapatkan keuntungan sebesar £ 136,530 (Rp2,3 miliar)” kata Barker.

Klaim tersebut menyatakan bahwa Nassib meninggal karena cedera kepala yang parah, dan didukung oleh surat kematian tanggal 14 April 2016.

Penyelidik asuransi kemudian pergi ke Zanzibar dan menemukan bahwa seorang dokter yang dilaporkan telah merawat Nassib sedang tidak bekerja pada hari dia seharusnya meninggal. Kemudian muncul informasi bahwa Nassib telah terbang kembali ke Birmingham sebelum pergi ke Kanada. Dia berbicara dengan anaknya melalui telepon seluler saat berada di Inggris.

Pengacara William Edis QC mengatakan Nassib tidak memberikan bukti untuk mendukung klaim yang dimaksudkan untuk membantu adik perempuannya yang hidup miskin di Tanzania.

“Itu, dari awal sampai akhir, merupakan satu kebohongan,” katanya tentang penipuan asuransi.

“Ini adalah rencana yang terorganisir, dirancang dengan cermat dan hampir berhasil. Seandainya Tanzania tidak ditandai sebagai negara berisiko tinggi (untuk penipuan asuransi), masuk akal untuk menganggap anda mungkin berhasil lolos.” tambah Edis.

Sumber: metro.co.uk

Baca Juga :

Leave a comment