Okinoshima: Pulau Khusus Laki-laki di Jepang Dijadikan Situs Warisan Dunia UNESCO

Reporter : | 11 Jul, 2017 - 3:40 pm WITA

Okinoshima, Situs Warisan Dunia, UNESCO, jepang

Pulau Okinoshima (foto: AFP)

MANADOTODAY.CO.ID – Sebuah pulau khusus laki-laki di Jepang di mana perempuan dilarang masuk dan pengunjung laki-laki harus mandi telanjang di pantai sebelum mengunjungi kuil, telah dinyatakan sebagai situs Warisan Dunia UNESCO.

Pulau Okinoshima secara permanen diawaki oleh pendeta Shinto yang berdoa kepada dewa di pulau tersebut. Pengunjung di pulau tersebut sangat dibatasi, tahun ini saja hanya diperbolehkan 200 orang – untuk festival tahunan yang berlangsung hanya dua jam, dan harus mematuhi peraturan yang ketat. Yang terpenting, mereka harus laki-laki, dan menanggalkan pakaian untuk disucikan di pantai sebelum menginjakkan kaki di tempat suci.

Dalam sebagian besar kasus, tempat yang ditetapkan UNESCO sebagai Situs Warisan Dunia akan mengalami lonjakan kunjungan turis dalam jumlah besar, namun, pejabat kuil mengatakan bahwa mereka sekarang mempertimbangkan untuk melarang siapa pun yang ingin berkunjung selain para pendeta kuil, karena kekhawatiran pulau tersebut akan ‘rusak’ oleh banyaknya pengunjung.

“Pulau ini kadang-kadang dikatakan melarang perempuan, tapi, pada prinsipnya siapa pun kecuali para pendeta yang berdoa disana selama 365 hari setahun dilarang masuk,” kata seorang juru bicara.

Larangan terhadap pengunjung perempuan secara khusus, “tidak ada hubungannya dengan diskriminasi terhadap perempuan,” kata pejabat tersebut kepada AFP melalui telepon.

Hal ini dianggap berbahaya bagi wanita untuk melakukan perjalanan melalui laut untuk sampai ke pulau Okinoshima, dan tempat suci tersebut tidak akan mengubah peraturan yang sudah berumur berabad-abad tersebut, katanya.

“Ini dimaksudkan untuk melindungi perempuan, jenis kelamin yang melahirkan,” tambahnya.

Pulau yang berada di lepas pantai barat laut Kyushu, bagian selatan dari empat pulau utama di Jepang, merupakan jendela penting untuk perdagangan luar negeri di Jepang sejak zaman kuno, merupakan bagian dari jalur perdagangan yang menghubungkan Nusantara ke semenanjung Korea dan Cina.

Ribuan cincin emas dan barang berharga lainnya ditemukan di sana.

“Harta karun ini diyakini telah diberikan kepada para dewa untuk mendoakan kemakmuran nasional dan keamanan lalu lintas laut,” menurut situs Munakata Taisha.

Daftar Warisan Dunia UNESCO mencakup lebih dari 1.000 situs, monumen dan fenomena alam yang memiliki “nilai universal yang luar biasa” bagi manusia.

Ini termasuk harta karun seperti Great Barrier Reef Australia, Taj Mahal di India, dan kota terukir Petra di Yordania.

Baca Juga :

Leave a comment