JWS Ajak Warga Ciptakan Suasana Politik yang Nyaman dan Beretika

Reporter : | 06 Jul, 2017 - 9:46 pm WITA

Drs Jantje W Sajow M.Si (JWS)

Drs Jantje W Sajow M.Si (JWS)

TONDANO, (manadotoday.co.id) – Suhu politik menyambut Pilkada Kabupaten Minahasa 2018, makin hangat. Berbagai manufer politik kian kental digaungkan di tengah-tengah masyarakat. Meski demikian, Bupati Minahasa Drs Jantje W Sajow M.Si (JWS), berharap agar suasana yang kian panas ini tak membuat lahirnya ketidak-nyamanan apalagi saling menjatuhkan.

Dikatakan JWS, semua elemen masyarakat wajib menciptakan suasana yang nyaman dan beretika agar tensi politik tetap kondusif dan tidak melahirkan polemik di masyarakat.

“Kita semua menghendaki suasana politik yang nyaman dan beretika. Agar Pemilukada Minahasa pada tahun 2018 bisa menghasilkan pemimpin yang berkualitas, ” ujar Bupati, Kamis (06/07/2017).

Lanjut dikatakan Bupati, tahun 2017-2018 merupakan tahun politik bagi kabupaten Minahasa, tahun dimana kita mempersiapkan diri memilih dan menetapkan Bupati dan Wakil Bupati periode 2018 – 2023. Politik merupakan sarana yang dihalalkan oleh undang-undang dalam menentukan pemimpin, hanya saja Politik harus dimainkan dengan elok dan santun agar tidak dimanfaatkan oleh pihak-pihak yang tak bertanggung-jawab untuk membuat suasana menjadi gaduh.

Diapun berharap agar menghindari politik tak berwibawa yakni dengan melempar isu-isu sentral yang intinya merusak kredibilitas seseorang dengan tujuan agar tidak dipilih, politik menjatuhkan atau menjelek-jelekkan bukan zamannya lagi. Politik yang mendidik dan santun adalah politik yang harus dikembangkan dalam suasana perpolitikan di negera ini bahkan di Minahas.

Lagi menurut JWS, politik itu indah, dan keindahan itu akan terjadi jika dimainkan dengan nada-nada elok dan beretika, dengan tetap memandang bahwa perbedaan adalah kekayaan yang mempersatukan.

“Siapapun yang akan terpilih itu adalah rahasia Tuhan. Yang harus kita lakukan adalah secara bersama-sama membangun suasana politik yang aman, damai dan nyaman. Kita pasti berbeda warna dan berbeda pilihan, tapi hal itu sifatnya sementara. Sebab setelah Pilkada usai sekat perbedaan jelas harua di tinggalkan dan bersama-sama bahu membahu Minahasa yang makin lebih baik ,” papar Bupati. (Rom)

Baca Juga :

Leave a comment