‘Manusia Hutan dari Bangladesh: Selama 48 Tahun Kakek ini Tanam Pohon Setiap Hari

Reporter : | 05 Jul, 2017 - 3:58 pm WITA

Manusia Hutan ,Bangladesh,Abdul Samad Sheikh, Tree Samad

Abdul Samad Sheikh (foto: The daily Star)

MANADOTODAY.CO.ID – Banyak yang mengatakan bahwa satu orang tidak cukup untuk membuat perbedaan, tapi itu tidak berlaku untuk Abdul Samad Sheikh. Seorang sopir becak berusia 60 tahun dari Bangladesh, adalah bukti nyata bahwa kontribusi kecil dalam jangka waktu yang panjang dapat sangat berarti. Dia telah menanam setidaknya satu pohon setiap hari sejak berusia 12 tahun, yang berarti bahwa sejauh ini dia telah menanam lebih dari 17.500 pohon kecil. Bayangkan jika semua orang mengikuti teladannya.

Abdul Samad Sheikh, yang dikenal sebagai “Tree Samad” di kota asalnya Faridpur, Bangadesh Tengah, telah bekerja sebagai sopir becak untuk sebagian besar hidupnya. Pekerjaan sederhananya hanya menghasilkan sekira 100 taka (Rp16 ribu) per hari, yang hampir tidak cukup untuk memberi makan keluarganya, tapi entah bagaimana dia juga bisa membeli setidaknya satu pohon dari Pusat Hortikultura Faridpur, setiap hari. Dia menganggap kontribusinya kepada dunia, dan mengklaim bahwa dia tidak akan bisa tidur jika tidak menanam pohon.

“Sepanjang malam saya tidak bisa tidur jika belum menanam pohon. Saya sudah melakukannya sejak saya berumur dua belas tahun. Sebagian besar saya tanam di lahan pemerintah sehingga tidak ada yang bisa menebangnya nanti. Saya juga menyirami pohon, dan jika saya melihat ada orang yang memotong pohon, saya memprotesnya dan memarahi mereka. Saya juga mencintai semua makhluk, binatang, tapi terutama pepohonan.” kata Abdul kepada The Daily Star.

Istrinya yang bernama Jorna, berserta empat anak mereka tinggal di dua gubuk sederhana, di sebidang tanah milik pemerintah. Mereka tidak memiliki tanah sendiri, dan terkadang penghasilannya yang kecil tidak cukup untuk memenuhi kebutuhan keluarga, tapi dia selalu memprioritaskan membeli pohon hariannya. Jorna terkadang menegurnya, tapi dia tidak peduli.

“Penghasilannya tidak besar, dan dia harus memenuhi kebutuhan sehari-hari keluarga kami. Kadang saya melarang dia menanam pohon tapi dia tidak mendengarkan. Kasih sayang Samad untuk pohon tak terbendung.” kata Jorna.

Sheikh yang kini berusia 60 tahun, mengatakan bahwa dia mulai menanam pohon 48 tahun yang lalu karena Tuhan menyuruhnya untuk melakukan hal tersebut.

Atas upayanya tersebut, Abdul Samad Sheikh baru-baru ini diberkan penghormatan oleh The Daily Star, dan mendapat cek 100.000 taka (Rp16,7 juta) untuk membantunya membangun rumah yang lebih baik bagi keluarganya.

Saat menerima bantuan, “penjaga alam” itu meminta setiap orang untuk mengikuti teladannya, dan melindungi lingkungan.

“Saya tidak bisa melakukannya sendiri, saya butuh bantuan kalian semua,” ungkap Abdul.

Sumber: odditycentral.com

Baca Juga :

Leave a comment