Tidak Terima Yesus Disalibkan, Pengacara Ini (kembali) Tuntut Negara Israel dan Italia

Reporter : | 04 Jul, 2017 - 1:41 pm WITA

Israel ,Italia,Dola Indidis , yesus

Dola Indidis (foto: Kenya Daily)

MANADOTODAY.CO.ID – Seorang pengacara berpengalaman asal Kenya baru-baru ini mengajukan sebuah petisi ke Mahkamah Internasional di Den Haag, mencoba menuntut Israel dan Italia atas persidangan dan penyaliban Yesus Kristus yang tidak sah pada lebih dari 2.000 tahun yang lalu.

Jika Anda merasa pernah mendengar hal seperti ini sebelumnya, Anda mungkin tidak salah. Pengacara Kenya Dola Indidis pertama kali mencoba untuk menuntut Israel dan Italia atas kematian Yesus Kristus pada tahun 2007. Petisinya ke pengadilan Nairobi ditolak, namun pria tersebut tidak menyerah. Pada tahun 2013, dia ke Mahkamah Internasional untuk pertama kalinya, dengan alasan bahwa penuntutan Yesus, “melanggar hak asasi manusia-Nya melalui pelanggaran yudisial, penyalahgunaan jabatan dan prasangka.”

Sayangnya, kasusnya kembali ditolak, namun pada bulan Maret tahun ini, Indidis sekali lagi mengajukan banding ke ICJ, dengan harapan bisa mencapai persidangan yang sebenarnya.

“Saya mengajukan kasus ini karena ini adalah tugas saya untuk menegakkan martabat Yesus dan saya telah pergi ke Pengadilan Internasional untuk mencari keadilan bagi orang Nazaret itu,” kata Dola Indidis kepada The Nairobian.

Dalam permohonannya, pengacara yang pernah menjadi juru bicara untuk Kehakiman Kenya, mengklaim bahwa cara mengajukan pertanyaan yang digunakan selama persidangan Yesus, dan juga tuntutan, pendengaran dan hukumannya tidak sah. Dia menambahkan bahwa informasi yang digunakan untuk melawan Yesus, cacat, dan mungkin kurang, dan bahwa menyiksa-Nya saat persidangan masih berlangsung bertentangan dengan semua bentuk keadilan.

“Beberapa dari mereka yang hadir meludahi wajah-Nya, memukul, menampar, mengejeknya, dan mengatakan bahwa Dia layak dihukum mati,” kata Indidis kepada Standard Media.

“Bukti saat ini tercatat dalam Alkitab, dan Anda tidak dapat mendiskreditkan Alkitab,” kata Dola Indidis kepada Citizen News Kenya, sembari menambahkan, “Saya tahu dengan fakta dan kebenaran, kita memiliki kasus yang bagus dengan probabilitas kesuksesan yang tinggi.”

Malang baginya, Pengadilan tidak melihat seperti itu.

“Pengadilan Internasional (ICJ) tidak memiliki yurisdiksi untuk kasus semacam itu. ICJ menyelesaikan perselisihan antar negara. Bahkan secara teoritis tidak mungkin kita mempertimbangkan kasus ini.” kata pejabat pengadilan mengatakan kepada situs berita hukum Legal Cheek.

Selain Israel dan Italia, Dola Indidis juga ingin menuntut Kaisar Tiberius, Pontius Pilatus, Raja Herodes dan sejumlah tetua Yahudi, yang semuanya telah meninggal lebih dari dua ribu tahun lalu. Namun pengacara tersebut percaya bahwa pemerintah (dalam bentuk mereka saat ini) tetap harus bertanggung jawab.

Petisi Indidis kemungkinan besar akan kembali ditolak untuk kesekian kalimya, tapi tampaknya itu tidak berarti akhirnya dia akan menyerah. Mengingat betapa bersemaggatnya dia untuk menyelesaikan masalah klasik ini.

Sumber: odditycentral.com

Baca Juga :

Leave a comment