Gelar Rakorda KKBPK di Minahasa, BKKBN Kekurangan Petugas Lapangan

Reporter : | 21 Jun, 2017 - 6:39 pm WITA

tmp-cam-2088053778TONDANO, (manadotoday.co.id) – Sekretaris daerah (Sekda) kabupaten Minahasa Jefry Korengkeng membuka Rapat Koordinasi Daerah (RAKORDA) Program Kependudukan Keluarga Berencana & Pembangunan Keluarga (KKBPK) Kabupaten Minahasa, Rabu 21 Juni 2017, di Aula Dinas Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana kabupaten Minahasa.

Rakor dihadiri Kepala Dinas PP dan KB Kabupaten Minahasa Dra. Joula Mamahani, Kepala Perwakilan BKKBN Provinsi Sulawesi Utara Drs. Nerius Auperay, Pakar Kependudukan Drs. Jefry Paat, M.Si, Anggota DPRD Minahasa Prisilia Lumingkewas, Peserta, dan tamu Undangan.

Kegiatan diawali laporan oleh Mamahani selanjutnya penyerahan alat kesehatan berupa Obgyn Bed, Kie kit, dan Iud Kit untuk pelayanan jalur pemerintah dan swasta, secara simbolis kepada klinik keluarga berencana (KKB) Maria, Desa Senduk, Kecamatan Tombariri, oleh Sekretaris.

Kepala Perwakilan BKKBN Prov. Sulawesi Utara Drs. Nerius Auperay, dalam sambutannya meminta komitmen untuk hal-hal yang perlu ditindaklanjuti seperti kurangnya petugas lapangan yang bertugas menangani masalah-masalah yang terjadi di masyarakat, dalam menjalankan program Kependudukan Keluarga Berencana dan Pembangunan Keluarga.

“Karena minimnya petugas-petugas lapangan yang ada, harus ada kader-kader baru dalam tugas lapangan, dan harus ada sedikit penghargaan kepada petugas-petugas lapangan, sehingga dalam waktu dekat akan ada sertifikasi kepada petugas lapangan,” ujar Nerius.

Selanjutnya, Bupati Minahasa dalam sambutannya yang disampaikan Sekda Korengkeng, mengatakan bahwa Rakorda ini merupakan langkah strategis untuk mewujudkan Minahasa yang sejahtera dan bermartabat, kegiatan ini diharapkan akan mampu merumuskan rekomendasi yang cerdas dan strategis dalam melaksanakan program-program PP dan KB Minahasa. Terbangunnya kesadaran bersama bahwa perkembangan penduduk di dunia sangat memprihatinkan karena pertumbuhan penduduk yang signifikan. Pertumbuhan penduduk yang cukup tinggi akan berdampak pada kurangnya bahan pangan, kurangnya kualitas pendidikan, kesehatan, dan minimnya lapangan pekerjaan.

“Pengendalian Penduduk sangat penting untuk membatasi angka kelahiran bayi dalam konteks yang besar,” ujarnya seraya menambahkan keikutsertaan masyarakat secara aktif dalam ber-KB akan sangat berpengaruh dalam pengendalian penduduk.

Diakhir sambutan beliau meminta dukungan untuk program-program dari Dinas Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana Kabupaten Minahasa.(rom)

Baca Juga :

Leave a comment