Sekda Minahasa Buka Forum Advokasi Lintas Sektor dalam Rangka Implementasi Pasar Aman dari Bahan Berbahaya

Reporter : | 09 Jun, 2017 - 4:40 pm WITA

tmp-cam--712804822TONDANO, (manadotoday.co.id) – Sekretaris daerah (Sekda) kabupaten Minahasa Jeffry Korengkeng atas nama bupati membuka Forum Advokasi Komitmen Pemda dan Lintas Sektor Dalam Rangka Implementasi Pasar Aman dari Bahan Berbahaya, di ruang sidang Kantor Bupati Minahasa, Jumat 9 Juni 2017.

Kegiatan dihadiri Dra. Asnelia, Apt, dari Direktorat Pengawasan Produk dan Bahan Berbahaya POM-RI, Dra. Rustyawati, selaku Kepala Balai Besar POM-RI di Manado, Anggota DPRD Minahasa Max Lomban, Asisten Perekonomian dan Pembangunan Kabupaten Minahasa Dr S. W. Siagian, MA, Kepala Dinas Perdagangan Kabupaten Minahasa Maudy N. Lontaan, S.Sos , Kepala Bidang Sosial Budaya Bapelitbangda Minahasa Jenny Manorek, SP, M.Si, serta seluruh peserta kegiatan.

Adapun tujuan dilaksanakannya kegiatan ini yaitu melakukan sosialisasi aksi Pasar Aman dari Bahan Berbahaya kepada pemangku kepentingan daerah, menumbuhkan komitmen is emerintah daerah dalam rangka mengembangkan program bersama sesuai dengan aksi pasar aman dari Bahan berbahaya, meningkatkan koordinasi secara sinergis dan kontinyu antar instansi dalam pelaksanaan aksi Pasar Aman dari Bahan Berbahaya di daerah.

Korengkeng dalam sambutannya menyampaikan pertemuan hari ini sangat penting dalam rangka menjalin komunikasi yang efektif dan sinergis lintas sektor dan pemerintah daerah untuk memantapkan komitmen sekaligus membangun dukungan, sehingga implementasi rencana aksi pasar aman dapat berjalan dengan baik serta berkelanjutan kedepan.

“Pelaksanaan forum advokasi lintas sektor saat ini merupakan momentum tepat untuk menjaga kesinambungan upaya bersama dalam rangka memberikan rasa aman kepada masyarakat. Pangan merupakan kebutuhan pokok masyarakat, dimana tidak hanya makanan, tetapi minuman juga dikategorikan kedalam jenis pangan,” tutur Sekda.

Di sisi lain, pola hidup masyarakat yang mulai bergeser, di mana masyarakat cenderung memilih bahan pangan instan serta terbatasnya akses masyarakat untuk mendapatkan bahan pangan yang aman dan sehat, juga menjadi faktor yang perlu disolusikan bersama, agar benar-benar tujuan dan sasaran pelaksanaan program pasar aman dari bahan berbahaya di kabupaten Minahasa akan dapat diwujudkan dan memberi dampak yang signifikan yang dapat dirasakan oleh segenap komponen masyarakat minahasa.

“Saya mengharapkan pertemuan ini dapat membuka saluran komunikasi yang diarahkan untuk SALING SHARE serta TRANSFER OF EXPERIENCE sehingga dapat menghasilkan rencana aksi yang strategis bagi kesinambungan berbagai program lintas sektor, kita saling melengkapi, saling memperkuat serta saling menopang bagi kelanjutan pembangunan di Minahasa ,” papar Korengkeng. (Rom)

Baca Juga :

Leave a comment