Gubernur Sulut Buka Paskah Nasional 2017

Reporter : | 22 Apr, 2017 - 9:54 pm WITA

paskah nasional

Gubernur Sulut Olly Dondokambey didampingi Ketua Umum Panitia Paskah Nasional 2017 Steven Kandouw selaku Wakil Gubernur Sulut, membuka rangkaian pelaksanaan Paskah Nasional 2017 di Sulut.

SULUT, (manadotoday.co.id) – Gubernur Sulawesi Utara (Sulut) Olly Dondokambey, membuka rangkaian pelaksanaan Paskah  Nasional 2017 di Sulut, yang dilaksanakan di Grand Kawanua International City (GKIC) Manado, Jumat ( 21/04/2017).

Dalam sambutannya, Olly mengucapkan selamat Paskah bagi kita sekalian yang merayakannya. Semoga makna paskah dapat membangkitkan semangat kita kembali untuk hidup dalam cinta kasih dan perdamaian dengan semua orang, guna memampukan kita memberikan karya terbaik di berbagai aspek kehidupan dalam membangun daerah dan bangsa tercinta.

“Selamat datang kepada peserta dari dalam maupun luar negeri yang sudah menempuh perjalanan yang panjang  sehingga dapat kita dipertemukan di Bumi Nyiur Melambai Provinsi Sulut ini,” ucap Olly.

Lanjutnya, Sulut merupakan salah satu provinsi kepulauan di Indonesia yang terdiri 287 pulau 59 yang berpenghuni dan 228 belum berpenghuni dan secara geografis berada di kawasan perbatasan negara di mana 2 pulau yakni Miangas dan Marore berhadapan langsung dengan negara Filipina.

Masyarakat Sulut saat ini berjumlah kurang lebih 2,6 juta jiwa yang tersebar di 15 daerah otonom dan memiliki latar belakang puluhan etnis dan sub etnis serta beragam agama dan budaya, berdasarkan data BPS tahun 2016 penduduk yang beragama Islam berjumlah 797, 2 ribu jiwa Kristen Protestan 1,7 juta jiwa , Katolik 167, ribu jiwa, Hindu 26, 2 ribu jiwa, Budha 24,7 ribu jiwa dan khonghucu 718 jiwa, dengan jumlah Mesjid 1.107 unit, Gereja sebanyak 4.760 unit, Pura 31 unit, Vihara 31 unit, dan Litang 3 unit.

“Dengan karekteristik dan letak geografis serta keberagaman demikian masyarakat Sulut mampu hidup harmonis karena terikat tali persaudaraan yang rukun dan potensi kekayaan alam di dikaruniakan Tuhan. Hal ini mampu tercipta karena masyarakat di daerah ini hidup diatas falsafah Si Tou Timou Tumou Tou artinya Manusia Hidup Memanusiakan Manusia lain,” ungkap Olly.

Ia menambahkan, terkait dengan itulah dipilih dan ditetapkannya Sulut sebagai tuan rumah Paskah Nasional dan Pekan Kerukunan 2017 dengan berbagai kegiatannya, semakin menegaskan eksistensi daerah ini sebagai barometer kerukunan umat beragama , serta sebagai daerah yang senantiasa siap menopang program pembangunan bangsa, dengan event nasional ini akan membuat sulawesi utara makin dikenal dan juga akan memberikan dampak positif bagi pembangunan utamanya sektor pariwisata.

“Untuk itu mari kita sukseskan momentum ini dengan bersama -sama berperan aktif sesuai dengan tanggung jawab yang diemban sebagaimana tema yang diusung , serta semangat dan semboyan masyarakat Sulawesi Utara Torang  Samua Ciptaan Tuhan,” pungkasnya.

Sementara Ketua Umum Panitia Paskah Nasional 2017 Steven Kandouw yang juga Wakil Gubernur Sulut, mengatakan perayaan paskah semoga dapat mempersatukan kita dari semua perbedaan.

Sedangkan Ketua Umum Lembaga Paskah Nasional Pdt Dr Shephard Supit S,Th mengatakan, sudah 13 kali dirinya mengikuti paskah Nasional baru sekarang ini diadakan perjamuan bersama ini merupakan langkah maju untuk menuju persatuan.

Ketua Umum Gereja Persekutuan Gereja Indonesia Pdt Dr Henriette T.H Lebang – Hutabarat , STh yang menjadi khadim dalam khotbahnya mengatakan kita harus saling mengampuni sebagaimana Kristus lakukan kepada semua orang.

Turut hadir pada acara pembukaan tersebut, Dewan Gereja Sedunia WCC Staff Member Pdt Dr Ester Pujo Widiasih, Ketua TP-PKK Sulut Rita Dondokambey-Tamuntuan, Wakil Ketua TP-PKK Sulut  Devi Kandouw – Tanos,  Forkopimda Sulut, Sekretaris Daerah Edwin Silangen, Para Delegasi dari Luar Negeri, Pejabat di lingkup Pemprov Sulut Para Bupati/Walikota , Pelayan Tuhan,Tokoh Agama dan Tokoh Masyarakat. (ton)

Baca Juga :

Leave a comment