Bisnis Rumah Kost Menjamur, Banyak Belum Bayar Pajak

Reporter : | 12 Apr, 2017 - 5:47 pm WITA

Harke Tulenan

Harke Tulenan

MANADO, (manadotoday.co.id) – Bisnis rumah kost kian menjamur di Kota Manado, terutama daerah yang memiliki Kampus/universitas negri atau swasta. Seperti di Kelurahan Malendeng Kecamatan Pall Dua, bisnis rumah kost begitu menjanjikan karena berdekatan dengan STAIN Manado dan Poltekes.

“Lumayan juga bisnis rumah kost, hitung-hitung untuk persiapan pensiun,” kata Rudy Iksan, pemilik sebuah rumah kost di Malendeng yang memiliki 32 kamar dan setiap hari penuh. Ia mengaku sudah menghabiskan investasi sekitar 1,5 miliar untuk membangun rumah kost yang representatif.

Soal harga bervariasi mulai dari 600 ribu hingga 1 juta lebih. Semuanya kamar mandi di dalam dan menggunakan listrik pintar sehingga penghuni bisa menggunakan listrik sesuai kemampuannya membayar setiap bulan.

Begitu juga dengan Malalayang dan Kampus serta Politeknik, rumah-rumah kost menjamur dimana-mana sehingga menjadi objek pajak potensial.

“Sudah lama kami geluti rumah kost untuk persiapan dikala tidak bekerja lagi,” kata Adri Sorongan,SE.

Kepala Badan Pengelolah Pajak dan Retribusi Daerah (BPPRD) Kota Manado, Ir Harke Tulenan melalui Kabid Pajak dan Reribusi, Recky Pesik mengatakan, pihanya kini sedang berupaya menyasar rumah-rumah kost sebagai objek pajak yang potensial untuk dikembangkan.

“Ada sekitar 370 rumah kost yang sudah kami daftar, tapi baru sekitar 100 an yang membayar pajak.,” katanya.

Menurut Pesik, rumah kost dengan omset di atas 10 juta wajib membayar pajak 5 persen/bulan. Sedangkan yang hitung harian wajib membayar 10 persen.

“Masalahnya sekarang ini ada rumah kost yang menawarkan pembayaran harian sehingga pajaknya dihitung 10 persen seperti pajak hotel dan restourant.,” katanya.

Guna menyasar rumah-rumah kost, pihak BPPR akan bekerjasama dengan camat, lurah dan kepala lingkungan untuk mendata.

“Kami akan berdayakan mereka sebagai ujung tombak dan soal insntiv akan diatur karena sekarang ini tidak ada lagi istilah upah pungut seperti beberapa tahun lalu,” kata Pesik meyakinkan.(mel)

Baca Juga :

Leave a comment

Berita Pilihan

Advertisement
.