Silangen Ajak Masyarakat Sulut Hemat Air Untuk Keseimbangan Alam

Reporter : | 15 Mar, 2017 - 7:36 pm WITA

Lokakarya Peduli Sungai Dalam Rangka Peringatan Hari Air Dunia ke-XXV

Sekdaprov Sulut Edwin Silangen, ketika membuka Lokakarya Peduli Sungai dalam rangka Peringatan Hari Air Dunia ke XXV bertempat di Hotel Ibis Manada, Rabu (15/3/2017)

Sekdaprov Sulut Edwin Silangen, ketika membuka Lokakarya Peduli Sungai dalam rangka Peringatan Hari Air Dunia ke XXV bertempat di Hotel Ibis Manada, Rabu (15/3/2017)

SULUT, (manadotoday.co.id) – Sekdaprov Sulawesi Utara (Sulut) Edwin Silangen, menyatakan, air merupakan elemen yang penting dan vital bagi kehidupan mahluk hidup di muka bumi. Hal itu disampaikannya, ketika membuka Lokakarya Peduli Sungai dalam rangka Peringatan Hari Air Dunia ke XXV bertempat di Hotel Ibis Manada, Rabu (15/3/2017).

Menurut Silangen, air merupalan elemen yang penting bagi kehidupan mahkluk hidup baik hewan, tumbuhan dan manusia, air juga penting bagi lingkungan dan kelestarian alam serta isinya, hampir tiga perempat tubuh kita adalah air jadi apabila keberadaan air tidak seimbang dengan keberadaan alam maupun manusia tidak akan tercipta keselarasan.

“Oleh karena itu, kita semua harus menghemat air guna keseimbangan alam,” ujar Silangen.

Dikatakan mantan Assisten I dan Assisten III Pemprov Sulut ini, sampai saat ini air memang masih menjadi permasalahan di indonesia. Padahal dengan rata -rata curah hujan yang mencapai 2.779 milimeter pertahun, Indonesia seharusnya menjadi negara kaya air.

“Sayangnya 66 persen dari hujan berubah menjadi bencana (banjir dan tanah longsor) yang menyengsarakan rakyat, di daerah daerah berbagai permasalahan air menghantui setiap orang, karena ketersediaaan air bersih semakin mahal dan langka dan pencemaran air menjadi masalah nyata,” terang Silangen.

Lanjutnya, berdasarkan laporan Direktorat Jenderal Pengendalian Pencemaran dan Kerusakan Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK) di tahun 2015, hampir 68 persen atau mayoritas mutu air di indonesia dalam status tercemar berat.

“Oleh karena itu dalam RPJMN 2015-2019 untuk mencapai 100 persen pelayanan air minum di indonesia pemerintah melakukan tiga pendekatan yaitu optimalisasi dqn pembangunan baru (supply side) peningkatan efisiensi layanan air minum (demand side) dan penciptaan lingkungan yang kondusif (enabling environment),” paparnya.

Dijelaskan Sejalan lagi, Pemprov Sulut bersama pemerintah pusat, bekerja keras untuk memyelesaikan pembangunan Bendungan Kuwil di Minahasa Utara, bendungan Lolak di Bolmong dan pembangunan Bendungan Sawangan di Minahasa kesemuanya bertujuan untuk pemenuhan irigasi, penyediaan air baku, pembangkit listrik dan objek wisata, mengantisipasi berbagai hal tersebut pelaksanaan lokakarya ini menjadi penting dan strategis guna mensolusikan pengelolaan dan pengendalian sumber daya air.

“Kita harus mampu melakukan pengelolaan air limbah dan mampu memenuhi ketersediaan air untuk peningkatan taraf hidup masyarakat di daerah ini , apalagi dengan adanya program OD-SK untuk mengatasi ketersediaan air dibeberapa daerah tertentu yang sulit mendapatkan air,” ungkap Silangen.

Ia menambahkan, momentum Peringatan Hari Air Dunia ke XXV ini diharapkan dapat meningkatkan kesadaran, pengetahuan dan pemahaman tentang pengelolaan sumber daya air dan dapat merumuskan jalan keluar terkait penanganan pegelolaan daerah aliran sungai, air limbah serta pengendalian pencemaran air yang nantinya menghasilkan program kegiatan yang bisa ditindaklamjuti bersama lebih khusus percepatan pembangunan tiga bendungan yang masuk dalan proyek strategis nasional dan program prioritas di daerah kita.

Sementara itu, Kepala BWS Sulawesi I Djidon R Watania melalui Ketua Panitia Novie Maxi Ilat, mengatakan, latar belakang diprogramkan kegiatan Hari Air Dunia yang diselengarakan 22 Maret dimana inisiatif peringatan mulai di umumkan pada Sidang Umum PBB ke – 47 tanggal 22 desember 1992 di Rio Jeneiro Brasil dan mulai di peringati pertama kali tahun 1993.

Menurut Ilat lagi, untuk tahun 2017 teman yang diambil adalah Water and Waste Water ( Air dan Air Limbah ) yang didasari kondisi rendahnya kualitas air bersih di indonesia.

Pelaksanan Hari Air Dunia tahun ke XXV 2017 di fasilitasi oleh Balai Wilayah Sungai Sulawesi 1 mengacu pada keputusan Sekjen Sumber Daya Air Nomor.02/KPTS/AS/2017 tanggal 10 januari 2017 tentang pembebtukan tim teknis penyelengaraan kata Ilat

“Rangkaian kegiatan ini hari jumat penanaman 500 pohon di desa Bajo di kabupaten Minsel, hari sabtu penanaman 500 pohon di dataran irigasi Kota Kotamobagu,” terang Ilat.

Turut hadir pada kegiatan tersebut, Kepala Biro Perekonomian dan Sumber Daya Air Setdaprov Sulut Frangky Manumpi, Kepala Biro Pembangunan Sulut Edwin Kindangen, serta tamu undangan lainnya. (ton)

Baca Juga :

Leave a comment