Kendalikan Inflasi, TPID Sulut Akan Gelar Operasi Pasar

Reporter : | 09 Mar, 2017 - 7:32 pm WITA

TPID Sulut ketika melalukan sidak di pasar bersehati Manado

TPID Sulut ketika melalukan sidak di pasar bersehati Manado

SULUT, (manadotoday.co.id) – Dalam rangka mengendalikan inflasi di Sulut, tim pengendali inflasi daerah (TPID) Sulut yang diketuai Sekdaprov Edwin Silangen, akan melakukan operasi pasar.

Hal itu setelah tim TPID Sulut, dibawa pimpinan Asisten II bidang Perekonomian dan Pembangunan Sulut Rudy Mokoginta, Kepala Bulog Sulut Taufan, Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan Sulut Jenny Karouw, Deputi Direktur Bank Indonesia (BI) Sulut Buwono Budisantoro, Kepala Biro Perekonomian dan Sumber Daya Alam Fransiskus Manumpil, dan Kepala Statistik Sulut Edy, melakukan inspeksi mendadak melihat langsung komoditi cabai dan tomat di pasar Bersehati Manado, Kamis (9/3/2017).

“Kami melakukan sidak pasar, dan melihat langsung harga cabai yang melambung tinggi,” ujar Mokoginta.

Kata dia, dengan dilakukan Sidak untuk memantau harga rica dan tomat yang saat ini cukup memberatkan masyarakat.

Sementara Haris salah satu pedagang pengumpul di pasar bersehati, mengungkapkan, mereka membeli cabai dari petani di Gorontalo dan Bolsel dengan harga Rp.100.000 sampai Rp.105.000 per-koligram dan kemudian dijual kepada masyarakat Rp.120.000 per-kilogram.

“Kami beli rica dari Gorontalo dan Bolsel karena bisa tahan sampai enam hari. Kalau yang dari Minahasa dan Tomohon hanya bertahan dua hari kemudian sudah mulai busuk. Sementara untuk tomat diambil dari Palu dan Langowan,” terangnya.

Kepala Disperindag Jenny Karouw, mengatakan, yang penting komoditi ini ada di pasaran dan penyebaranya merata sampai antar pulau karena cabai sangat penting dan memiliki kontribusi penting untuk inflasi.

Kata Karow, selama ini pasokan cabai di Sulut berasal dari Bolaang Mangondow Selatan dan Gorontalo dan sebagian Minahasa naiknya harga di Manado. Karena sebagian komoditas tersebut dijual ke Jawa maupun Kalimantan.

“Namun kami telah meminta kepada distributor sebelum dijual keluar Sulut harus penuhi terlebih dahulu stok yang ada,” tukasnya.

Kepala Biro Perekonomian dan SDA Fransiskus Manumpil menambahkan sesuai dengan himbauan Gubernur Olly Dondokambey, diharapkan kepada masyarakat untuk menanam cabai, bawang dan tomat di pakarangan agar keperluan dapur masyarakat bisa dipenuhi.

“Dan sidak ini akan terus dilakukan untuk memantau harga kebutuhan pokok masyarakat. Selain di pasar bersehati kami akan melakukan sidak di berbagai kabupaten/kota jika di daerah tersebut harga satu di antara bumbu dapur tersebut melonjak naik,” ungkap Manumpil

Sedangkan Deputi Direktur Bank Indonesia (BI) Sulut, Buwono Budisantoro, mengungkapkan, akan terus meningkatkan peran TPID untuk menjaga harga komoditas strategis dapat terkendali dengan baik. (ton)

Baca Juga :

Leave a comment