Stigmata? Bocah Secara Misterius Mengeluarkan Darah di Mata, Telinga Bahkan Rambut

Reporter : | 10 Feb, 2017 - 3:11 pm WITA

Akhilesh Raghuvanshi , Stigmata, haemolacria , indiaMANADOTODAY.CO.ID – Sejak usia 10 tahun, mata milik Akhilesh Raghuvanshi secara misterius mengeluarkan darah segar. Sekarang, saat dia berusia 13 tahun, tidak hanya mata, telinga, mulut, kaki dan bahkan rambutnya menjadi ‘sungai darah’ sampai sepuluh kali sehari.

Penderitaan langkanya sering dikaitkan dengan stigmata – tanda-tanda di tubuh seseorang yang mengikuti pola luka-luka penyiksaan dan penyaliban Yesus Kristus.

Fenomena itu pernah diangkat dalam sebuah film yang juga berjudul Stigmata, dibintangi aktris peraih Oscar Patricia Arquette.

Tapi stigmata di kehidupan nyata dikatakan hanya mempengaruhi sedikit orang di seluruh dunia.

Raghuvanshi, mengaku bingung dengan kondisinya, yang memicu kelelahan ekstrim dan migrain.

Orangtuanya awalnya menduga dia mengalami dehidrasi – dan petugas medis sekarang percaya ia mungkin mengidap kondisi sangat langka mirip dengan haemolacria – yang memberi penderitanya air mata bercampur darah.

Tapi para dokter tidak mampu secara resmi mengatakan kondisi apa yang sebenarnya diidapnya.

Sekarang Raghuvanshi putus asa untuk sembuh.

“Saya mengeluarkan darah dari mata saya, tangan saya, kepala saya – dari mana-mana. Darah juga keluar dari telinga, hidung dan mata. Ketika mengeluarkan darah dari telinga itu terasa hangat.” kata Raghuvanshi.

“Ini mungkin terjadi sekali atau mungkin 10 kali dalam sehari. Kadang-kadang, perdarahan akan berhenti dan tidak akan terjadi selama berbulan-bulan. Tapi dalam 15 hari terakhir mengeluarkan darah hampir setiap hari. Tidak ada rasa sakit saat perdarahan tapi itu membuat saya lelah dan kadang-kadang kepala saya sakit.” tambahnya.

Perdarahan Raghuvanshi yang berasal dari Ashoknagar, Madhya Pradesh, India, biasanya terjadi saat pagi hari.

Keluarga telah menghubungi dokter setempat untuk mencari tahu tentang kondisi aneh anak mereka pada Juli lalu, dan diteruskan ke ahli di All India Institute of Medical Sciences.

Dia menghabiskan satu bulan di bawah pengamatan, tetapi para ahli di universitas papan atas tersebut kebingungan.

Ayahnya, Arun, seorang petani, mengaku putus asa dalam mencari bantuan untuk memahami kondisi anaknya.

“Saya telah menemui dokter terbaik dari yang terbaik di India. Tak satu pun dari mereka tampaknya memahami apa penyakit ini dan bagaimana itu bisa disembuhkan. Sejauh ini anak saya mengeluarkan darah dari matanya, hidung, garis rambut, leher dan kaki.” ungkap Arun.

“Tapi sekarang semakin memburuk karena darah mulai keluar dari kencingnya. Saya¬†takut untuk hidup anak saya sekarang. Ilmu kedokteran harus punya jawaban untuk itu. Saya ingin para dokter di dunia, silahkan turun tangan dan bantu menyelamatkan anak saya.” tambahnya.

Sumber: Dailystar.co.uk

Baca Juga :

Leave a comment

Berita Pilihan

Advertisement
.