Peneliti Temukan Ikan ‘Senter’ Jenis Baru di Laut Banda

Reporter : | 09 Feb, 2017 - 1:13 pm WITA

Anomalops katoptron, ikan senter, laut banda

Anomalops katoptron (foto: OB AL-GREENE/MASHABLE)

MANADOTODAY.CO.ID – Jika sedang berburu saat gelap, maka yang anda perlukan adalah sebuah senter. Itulah bagaimana cara ikan Anomalops katoptron berburu planktonik di lautan gelap, ilmuwan Jerman menemukan.

Ikan ‘senter’ tersebut memiliki organ berbentuk seperti kacang di bawah mata yang berisi bakteri penghasil cahaya. Ikan dapat mematikan dan menyalakan cahaya dengan berkedip, mengirimkan kode seperti sinyal morse di lautan yang sangat dalam.

Para ilmuwan, yang menerbitkan temuan mereka pekan ini di jurnal PLoS ONE, berusaha mempelajari bagaimana ikan menggunakan ‘senter’ mereka.

Jens Hellinger, seorang ahli ilmu hewan dengan Ruhr-University Bochum di Jerman, dan peneliti lainnya mempelajari ikan senter di tangki terumbu karang buatan.

Dalam kegelapan malam, ikan berkedip sangat sering, sekitar 90 kedipan per menit, tim menemukan. Lampu akan hidup atau mati untuk kira-kira jangka waktu yang sama.

Tapi ketika ikan mendeteksi mangsa plankton di malam hari, mereka terus menyalakan lampu lebih lama. Ikan di tangki percobaan berkedip lima kali lebih sering daripada yang mereka lakukan ketika tidak ada mangsa di sekitar.

Pada siang hari, saat masuk dalam sebuah gua di dalam tangki, mereka berkedip hanya sekira sembilan kali per menit, dengan waktu mati lebih lama.

Semua ini menunjukkan bahwa ikan senter menggunakan cahaya bioluminescent mereka untuk mendeteksi mangsa pada malam hari, Hellinger mengatakan dalam sebuah rilis berita. Mereka juga mengatur frekuensi berkedip agar sesuai dengan situasi mereka saat itu.

Namun, temuan masih awal, para peneliti mencatat.

Hellinger dan rekan-rekannya mengatakan penelitian lapangan tambahan diperlukan untuk melihat apakah Anomalops katoptron menampilkan perilaku yang sama di luar laboratorium dan di alam liar.

Di lingkungan alami mereka, di Laut Banda, Indonesia, ikan senter hidup di terumbu karang. Mereka biasanya lebih aktif pada malam tak berbulan dan menghabiskan hari-hari mereka bersembunyi di karang.

Sumber: Mashable.com

Baca Juga :

Leave a comment