Sekolah China Perkenalkan ‘Bank Nilai’, Tempat Siswa Meminjam Nilai Jika Gagal Ujian

Reporter : | 31 Jan, 2017 - 4:23 pm WITA

nanjing, china, bank nilai, Nanjing No 1 High School

Nanjing No 1 High School (foto: Facebook)

MANADOTODAY.CO.ID – Dalam upaya untuk mengurangi tekanan intens yang dirasakan para siswa di China dalam menghadapi sistem pendidikan berbasis ujian yang terkenal kaku, sebuah sekolah di Nanjing telah menciptakan “kelas bank” yang memungkinkan siswa “meminjam” nilai agar mereka dapat lulus ujian, dan kemudian dibayar saat tes berikutnya.

Jadi, begini cara kerjanya: bank ini memungkinkan siswa untuk meminjam nilai yang dipakai menebus nilai buruk dalam ujian apapun. Tapi, seperti bank pada umumnya, seorang “klien” harus membayar pinjaman tepat waktu, dengan bunga. Dengan demikian, siswa harus menebus pinjaman dengan mencetak poin tambahan dalam ujian mendatang.

Beberapa guru juga memungkinkan siswa untuk membayar pinjaman dengan melakukan percobaan laboratorium atau memberikan pidato publik. Murid yang gagal mengembalikan pinjaman akan masuk daftar hitam bank nilai.

Mei Hong, guru fisika di Nanjing No 1 High School di Nanjing, mengatakan bahwa bank nilai dirancang untuk menawarkan siswa kesempatan kedua.

“59 poin dan 60 poin sebenarnya tidak jauh berbeda,” katanya kepada Yangtze Evening Post.

Tapi karena nilai pertama berarti gagal ujian sementara yang kedua lulus, perbedaan 1 poin sangat membuat siswa kecewa.

“Jadi, bukannya gagal ujian, siswa dapat meminjam 1 poin untuk lulus, selama mereka setuju untuk membayar (poin) kembali, dengan bunga.” tambahnya.

Salah satu murid menceritakan bagaimana bank nilai membantu dia lulus ujian.

“Saya sakit sebelum ujian menengah dan melewatkan beberapa kelas geografi,” kata salah satu murid bernama Zhu.

“Saya gagal ujian, jadi saya senang dengan bank nilai yang memberi saya kesempatan untuk memperbaikinya.” tambah Zhu.

Bank kelas adalah sistem percontohan yang diperkenalkan pada November 2016, dan saat ini hanya tersedia untuk kelas 10 sekolah Advanced Placement.

Kan Huang, direktur sekolah, mengatakan kepada wartawan bahwa mereka memutuskan untuk memperkenalkan bank nilai sebagai cara untuk menekan pertumbuhan siswa, daripada performa mereka dalam ujian yang melelahkan.

Lebih lanjut dia mengeluhkan sistem pendidikan berfokus ujian saat ini di China telah menciptakan situasi di mana “masa depan murid dapat ditentukan oleh satu ujian utama.”

Terkenal dengan sebutuan ‘Gaokao’, ujian nasional yang berlangsung pada tahun terakhir sekolah.

“Ujian harus lebih tentang meningkatkan proses belajar, bukan alat yang digunakan untuk memberikan siswa waktu yang sulit,” kata Huang kepada Yangtze Evening Post.

Sumber: Odditycentral.com

Baca Juga :

Leave a comment