Beberapa Hari Setelah Meninggal, Tubuh Manusia Tetap Hidup

Reporter : | 26 Jan, 2017 - 5:07 pm WITA

kematian,fakta kematian, Peter Noble

(foto: Pixabay)

MANADOTODAY.CO.ID – Kematian jauh lebih mirip shutdown lambat komputer daripada menekan tombol off lampu, seorang ilmuwan menjelaskan berdasarkan sebuah penelitian baru yang menunjukkan gen dalam tubuh tetap hidup lama setelah jantung berhenti.

Dalam penelitian pada tikus dan ikan zebra, peneliti dari University of Washington menemukan aktivitas gen umumnya menurun setelah kematian, Newscientist.com melaporkan.

Tapi, 548 gen ikan zebra dan 515 gen tikus, menunjukkan peningkatkan asam ribonukleat (RNA) – molekul yang digunakan gen untuk berkomunasi dengan sell – hingga 48 jam setelah kematian, peneliti menyebut ini sebagai “twilight of death.”

Dengan kata lain, “tidak semua sel ‘mati’ ketika organisme (manusia) meninggal,” kata penulis peneltian Peter Noble kepada Seeker.com.

Ia percaya hal yang sama juga terjadi pada manusia.

Gen yang diaktifkan terkait dengan perkembangan janin, stres, kekebalan, peradangan, dan kanker, kata Noble, yang menunjukkan sel-sel, “mencoba untuk memperbaiki diri”, sama seperti ketika tubuh masih hidup.

Ada juga kemungkinan bahwa mereka diaktifkan setelah gen yang biasanya menekan mereka telah mati setelah manusia meninggal.

Sumber: Newser.com

Baca Juga :

Leave a comment