Derita Penyakit Genetik Parah, Kulit Bayi Ini Bahkan Tidak Bisa Disentuh

Reporter : | 24 Jan, 2017 - 9:22 pm WITA

Kahleel Clark-Smith, epidermolisis bulosa

Kahleel Clark-Smith (foto: Insideedition.com)

MANADOTODAY.CO.ID – Kahleel Clark-Smith, bayi berusia tiga minggu lahir dengan kondisi yang dijuluki “penyakit terburuk yang belum pernah anda dengar sebelumnya,” yang menyebabkan dia kehilangan 60 persen kulitnya.

Kahleel telah didiagnosis dengan epidermolisis bulosa (EB), gangguan genetik yang tidak bisa disembuhkan, menyebabkan kulit menjadi sangat rapuh dan mudah lecet, meninggalkan luka yang rentan terkena infeksi.

“Kami mengetahui (penyakit) di hari dia dilahirkan dan tidak tahu apa-apa tentang hal itu. Kami harus melakukan semua penelitian di rumah. Hati kami semua sangat sakit. Bahkan berpelukan atau ciuman saja bisa menyebabkan kulitnya melepuh,” kata Brandi Smith, bibi Kahleel kepada InsideEdition.com.

Orang tua Kahleel, Kadyem, 22, dan Kyera, 20, mengumpulkan uang untuk menerbangkan dia ke pusat spesialis EB di Cincinnati, Ohio, dari Rumah Sakit Seattle Children karena asuransi tidak menutupi biaya perjalanan.

“Kami menemukan pada Kamis lalu jika ia memiliki jenis EB yang terparah, yang kembali membuat hati kami hancur,” ungkap Smith.

Dia menambahkan bahwa 87 persen bayi yang memiliki EB tidak pernah bertahan melewati usia satu tahun.

Sumber: AOL.com

Baca Juga :

Leave a comment