Pemprov Sulut Gelar Rakor Antisipasi Wacana Demonstrasi 212

Reporter : | 24 Nov, 2016 - 10:22 pm WITA

Demonstrasi 212 , Pemprov Sulut SULUT, (manadotoday.co.id) – Pemprov Sulawesi Utara (Sulut) menggelar rapat koordinasi (rakor) serta senergitas pelaksanaan keamanan dan ketertiban dalam rangkah mengantisipasi wacana demonstrasi 212 (2 Desember 2016) di Jakarta. Rakor yang dilaksanakan di ruang rapat C.J Rantung kantor gubernur Sulut, Kamis (24/11/2016), dihadiri unsur TNI, Polda Sulut, Kapolres se-Sulut, Tokoh Agama, Tokoh Adat, Tokoh Masyarakat, Pimpinan LSM, Ormas dan Serikat Buruh di Sulut.

Gubernur Olly Dondokambey dalam sambutannya yang dibacakan Plt. Asisten Pemerintahan dan Kesra, Roy Mewoh, mengatakan, rakor ini diharapkan mampu mengoptimalkan, dan mensolusikan berbagai permasalahan, serta menyamakan visi dan persepsi untuk menefektifkan pelaksanaan keamanan dan ketertiban masyarakat. Sebab, tanggung jawab sebagai warga negara memiliki hak untuk berperan aktif dalam pelaksanaan keamanan dan ketertiban serta memiliki kewajiban untuk senantiasa menciptakan kondisi yang aman dan tertib.

Menurut Mewoh, terkait isu SARA dan paham radikalisme saat ini, harus dipahami bersama hal itu merupakan ancaman bukan saja bagi keamanan dan ketertiban kehidupan bermasyarakat namun juga bagi keutuhan Negara Kesatuan Republik Indonesia.

“Itu harus disikapi secara bijak. Karenanya, dengan forum ini akan dapat kita maksimalkan sebagai wahana koordinasi guna merevitalisasi peran kita sebagai warga Negara atau masyarakat dalam menciptakan iklim kehidupan bermasyarakat, berbangsa dan bernegara yang aman dan tertib,” ujarnya.

Disamping itu, forum ini sebagai sarana peningkatan sinergitas guna memperkuat hubungan persatuan dan kesatuan dalam tekad visi, persepsi, serta komitmen dalam kerangka pelaksanaan keamanan dan ketertiban yang tetap berada dalam koridor peraturan perundang-undangan dan terbingkai dalam semangat Bhineka Tunggal Ika.

Sementara itu, Kapolda Sulut Irjen (Pol) Wilmar Marpaung, mengatakan, latar belakang diadakan pertemuan ini bertujuan koordinasi untuk menciptakan keamanan dan ketertiban di Sulut.

“Informasi akan adanya lagi demo di Jakarta, diharapkan rakyat sulut diusahakan tenang dan tidak ikut ikutan demo,” tegasnya.

Kata Marpaung lagi, tanggal 30 akan diadakan apel Kebangsaan Nusantara harapan para pimpinan Ormas, LSM, Tokoh Agama, dan masyarakat, dan diharapkan dapat menyampaikan aspirasi dan mensosialisasikan kepada anggota – anggotanya mengenai himbauan dari Forkopimda.

Danrem 131/Santiago Manado, Brigjen TNI Soleman Agusto, mengatakan, perjuangan melawan penjajah lebih gampang dari pada melawan bangsa sendiri (bung Karno) invisibel hand (ada tangan tangan yang bermain) jadi kita semua harus kompak demi untuk kenyamanan bersama, dihimbau tokoh Agama dan tokoh Masyarakat saling mengingatkan untuk menjaga keamanan dan ketertiban untuk menangkal gangguan baik dari dalam maupun dari luar.

“Jangan lagi ikut-ikutan share berita-berita yamg menimbulkan kebencian dan jangan lagi ada demo yang berkaitan dengan SARA,” tegasnya.

DanLantamal VIII Mando, Laksma TNI Suselo, mengatakan, dalam menyikapi situasi akhir-akhir ini TNI siap menjaga keamanan NKRI. Sedangkan Danlanudsri Manado Kol. Pnb. Djoko Tjahyono, mengatakan, menyikapi kondisi politik di jakarta , Sulut bisa menjadi percontohan di daerah lain dengan kerukunan antar umat beragama.

“Diimbau kita tidak ikut ikut demo seperti yang di jakarta. Lebih baik kita mencari kegiatan yang positif untuk membangun daerah. Saya mengajak yang sudah baik ini kita jaga dan kita tunjukan bahwa Sulut aman dan tertib tidak terpengaruh yang terjadi di Jakarta,” jelasnya.

Wakil Ketua I Brigade Manguni (BM), Aswin K, mengatakan, sepakat bersama seluruh LSM dan Ormas di Sulut untuk menjadi yang terdepan menjaga NKRI.

“Kita siap menjadi yang terdepan melawan mereka yang mengancam keutuhan NKRI. Kita siap berada paling depan untuk membela Negara ini hidup atau mati,” tegasnya. (ton)

Baca Juga :

Leave a comment