“Usaha Menemukan Vaksin HIV Semakin Dekat,” ungkap Peneliti

 Vaksin HIV , HIV , vaksin berbasis DNA
(foto: iStock.com/Kaan Tanman)

MANADOTODAY.CO.ID – Setelah mengalami kemajuan yang signifikan dalam pengembangan vaksin human immunodeficiency virus (HIV), para ilmuwan telah mengembangkan pendekatan baru untuk membantu sistem kekebalan tubuh secara aktif melawan virus dalam tubuh.

Untuk pertama kalinya, para peneliti menunjukkan bahwa pendekatan gabungan – menggunakan virus flu biasa untuk memperkenalkan vaksin ke dalam tubuh, serta suntikan vaksin berbasis DNA – dapat membantu melindungi usus dan rongga tubuh terhadap HIV.

“Dengan aktivitas seksual menjadi salah satu metode utama penularan HIV, maka perlu mencoba untuk melindungi bagian-bagian tubuh pertama yang paling mungkin untuk menghadapi virus,” kata Branka Grubor-Bauk, dari University of Adelaide di Australia .

“Alasan yang mungkin mengapa uji vaksin HIV sebelumnya belum berhasil adalah karena kurangnya perlindungan garis depan,” kata Mr Grubor-Bauk.

Studi laboratorium, yang dilakukan selama ini pada tikus merupakan langkah maju yang penting dalam upaya untuk memperkenalkan garis pertahanan pertama terhadap HIV di daerah infeksi.

“Pada tikus, kami memberikan rhinovirus (atau virus flu biasa) di dalam hidung, dan virus ini telah diubah untuk menyertakan protein HIV,” jelas Mr Grubor-Bauk.

“Pada saat yang sama, tikus juga mendapat suntikan ke dalam kulit yang mengandung vaksin berbasis DNA. Pendekatan ini menghasilkan respon yang sangat spesifik dalam sistem kekebalan tubuh,” katanya.

“Pendekatan Vaksin ini meliputi dua lengan yang berbeda dari sistem kekebalan tubuh: sel darah putih yang menyerang virus HIV, dan antibodi spesifik yang mengenali dan menutup sel HIV-positif,” tambahnya.

“Ada unsur HIV yang dikenal sebagai Tat yang membantu virus untuk mereplikasi cukup pesat,” kata Eric Gowans, profesor di University of Adelaide.

Antibodi menghambat efek Tat, mencegah HIV untuk mereplikasi dirinya sendiri, tambah Gowans.

Sumber: NDTV.com

Add Comment