Warga Pinasungkulan Modoinding Mengeluh, Puluhan Tahun Jalan Desa Belum Pernah Diaspal

Reporter : | 18 Nov, 2016 - 11:29 am WITA

Pinasungkulan ,Modoinding , jalan Pinasungkulan

Salah satu ruas jalan di Desa Pinasungkulan Kecamatan Modoinding, yang belum pernah tersentuh aspal. (foto: Facebook)

AMURANG, (manadotoday.co.id) – Pembangunan infrastruktur jalan di Kabupaten Minahasa Selatan (Minsel), harus diakui belum merata di setiap desa. Hal ini disebabkan kurangnya perhatian pemerintah dalam merealisasikan setiap keinginan masyarakat yang sering disuarakan dalam pelaksanaan musyawarah rencana pembangunan desa (musrembangdes) atau kegiatan reses anggota DPRD.

Sehingga tidaklah mengherankan pada sejumlah Desa di kabupaten yang dipimpin Bupati Christiany Eugenia Paruntu, masih ditemui infrastruktur jalan yang kondisnya memprihatinkan dan perlu mendapat perhatian pemerintah.

Seperti halnya yang diutarakan Rolove Tamboto Lasani, salah satu warga Pinasungkulan Kecamatan Modoinding, yang sangat berharap ada perhatian Pemkab Minsel, melakukan pengaspalan jalan lorong Desa penghasil holtikultura ini, yang menurutnya tidak pernah tersentuh aspal sejak puluhan tahun lalu bahkan sejak Indonesia merdeka.

“Dimanakah punggawa-punggawa negeri ini? Kondisi jalan yg sudah bertahun-tahun tidak di perbaiki,katanya perekonomian tumbuh dengan pesat. Apakah memang negara kita miskin atau di miskinkan oleh oknum-oknum tertentu? Satu catatan masyarakat di sini rajin bayar pajak tapi mana haknya? “ tulis Rolove Tamboto Lasani dalam akun Facebooknya.

Apalagi menurutnya, banyak fasilitas public di dalam Desa tersebut seperti kantor perkebunan, kantor desa, Sekolah Dasar dan agen gas pertamina.

“Nah, jika jalan diaspal tentu akan memudahkan warga untuk melakukan aktifitas. Dan satu hal yang kami harap dari Pemkab Minsel, agar melakukan pemerataan dalam melaksanakan program pembangunan, sehingga manfaatnya akan dirasakan seluruh masyarakat,” pungkasnya. (lou)

Baca Juga :

Leave a comment