Pengguna Narkoba di Sulut Meningkat

Reporter : | 10 Nov, 2016 - 9:58 am WITA

Pengguna Narkoba, Pengguna Narkoba sulut,Narkoba , Brigjen Pol Drs. Charles H. Ngili

Kepala BNN Sulut Brigjen Pol Drs. Charles H. Ngili M.H, ketika memberikan materi di acara “Asistensi Dalam Rangka Penguatan Pembangunan Berwawasan Anti Narkoba di Instansi Swasta”

SULUT, (manadotoday.co.id) – Ini menjadi tanda awas untuk pemerintah dan masyarakat di Sulawesi Utara (Sulut). Pasalnya, jumlah pengguna narkoba di daerah ini, terus meningkat.

“Jumlah pengguna narkoba di Sulut apalagi tujuh tahun terakhir, terus meningkat. Ini harus menjadi perhatian serius kita bersama,” ujar Kepala Badan Narkotika Nasional (BNN) Provinsi Sulut Brigjen Pol Drs. Charles H. Ngili M.H, di acara “Asistensi Dalam Rangka Penguatan Pembangunan Berwawasan Anti Narkoba di Instansi Swasta” yang digelar di kantor BNN Sulut, Rabu (9/11/2016).

Dikatakan Ngili, Indonesia saat ini menjadi salah satu negara darurat narkoba. Apalagi ditemukannya beberapa pabrik narkoba di Indonesia, walaupun bahan bakunya didatangkan dari luar negeri.

Menurut Ngili, narkoba menjadi ancaman suatu bangsa, karena bisa merusak generasi muda yang berimbas pada tak ada lagi generasi yang akan mengelola bangsa kedepan.

“Jumlah pengguna narkoba di Sulut meningkat di tujuh tahun terakhir. Untuk perlu adanya dukungan seluruh masyarakat, dalam memberantas peredaran narkoba,” imbau Ngili.

Lanjutnya, harus diakui pula letak geografis mempengaruhi peningkatan narkoba di Sulut. Berdasarkan data, jalur masuknya lewat darat, laut, dan udara.

“Yang harus diantisipasi bersama lagi, pangsa pasar narkoba kini untuk anak-anak. Sebab, diduga para pengedar tahu kalau pecandu yang sudah dewasa, akan meninggal 10 sampai 15 Tahun kedepan,” tukas Ngili.

Berdasarkan data yang dihimpun BNN juga, dikatakan Ngili, ada upaya dari luar untuk merusak seluruh generasi muda di Indonesia lewat narkoba. Dimana jika generasi muda rusak, tak ada lagi yang akan mengelola negara kedepan.

“Sebab daya rusak narkoba, diantaranya, hilangnya negerasi muda, merusak karakter dan mental generasi muda, rusak fisik dan kesehatan, mengganggu ekonomi dan daya saing bangsa, dan timbulkan ancaman kriminalitas,” terangnya.

Ngili menambahkan, BNN Sulut terus melakukan upaya dalam pemberantasan peredaran narkoba, melalui pemberdayaan masyarakat lewat lingkungan pendidikan, lingkungan kerja, dan lingkungan masyarakat desa dan kelurahan.

“Kami juga berharap, akan terus muncul kelompok penggiat anti narkoba, yang bisa memberikan pemahaman kepada masyarakat tentang bahaya narkoba,” pungkasnya. (ton)

Baca Juga :

Leave a comment