Kesehatan Putri Jepang ‘Yang Tidak Pernah Tersenyum’ Memburuk Karena Terlalu Keras Belajar

Reporter : | 26 Okt, 2016 - 10:56 pm WITA

putri Jepang , Putri Aiko, Kaisar Akihito , Putra Mahkota Naruhito

Putri Aiko (foto: Asashi Shimbun)

MANADOTODAY.CO.ID – Kekhawatiran menyerebak atas kesehatan seorang putri Jepang yang telah absen sekolah selama sebulan karena kelelahan disebabkan stres ujian.

Putri Aiko, cucu Kaisar Akihito berusia 14 tahun, sudah dari akhir bulan September tidak masuk sekolah. Para pejabat istana menegaskan bahwa remaja yang bersekolah di salah satu SMP di Tokyo tersebut, mengeluh masalah pada perut dan pusing, yang mereka kaitkan karena terlalu keras belajar untuk ujian serta berlatih untuk lomba atletik.

Aiko, yang dikenal sebagai putri yang ‘tidak pernah tersenyum’, adalah satu-satunya anak yang dimiliki Putra Mahkota Naruhito dan istrinya Masako, yang telah menderita stres selama lebih dari 10 tahun.

Putri Mahkota telah menarik diri dari publik selama hampir satu dekade setelah kelahiran Aiko, karena publik mengkritiknya habis-habisan karena tidak dapat memberi ahli waris laki-laki.

Kemarin, grand master di istana Naruhito mengatakan kepada wartawan bahwa Aiko telah berjuang untuk memulihkan kesehatannya, meskipun masih butuh lebih banyak waktu sebelum dia bisa bersekolah.

Namun, ini bukan pertama kalinya Istana Jepang mengkonfirmasi bahwa Putri Aiko absen dari sekolah. Pada tahun 2010, saat putri berusia delapan tahun, juru bicara keluarga kerajaan mengatakan putri ‘libur sekolah’ setelah disiksa oleh anak laki-laki di kelasnya.

Tapi, juru bicara sekolah mengatakan bahwa insiden tersebut mungkin hanya salahpaham, tabrakan terjadi saat anak lak-laki sedang mengganti sepatu.

Kekhawatiran tentang kurangnya penerus laki-laki untuk tahta Jepang muncul kembali setelah Kaisar Akihito, 82, menyampaikan keinginan untuk turun tahta, karena usia dan kesehatannya.

Akihito dan istrinya, Michiko, memiliki dua putra – Putra Mahkota Naruhito dan adiknya, Akishino.

Pasangan penguasa memiliki empat cucu tapi hanya satu – anak Akishino – yang memenuhi syarat untuk menjadi kaisar di bawah sistem hanya laki-laki yang bisa dijadikan penerus.

Baca Juga :

Leave a comment

Berita Pilihan

Advertisement
.