Pemburu Alien Ditemukan Tewas Diduga Dibunuh Karena Selidiki Hal ‘Terlarang’

Reporter : | 17 Okt, 2016 - 1:05 pm WITA

Pemburu Alien , UFO, Max Spiers,polandia,

Max Spiers (foto: Facebook)

MANADOTODAY.CO.ID – Seorang pembuat teori konspirasi tentang alien ditemukan tewas di Polandia – hanya beberapa hari setelah ia mengirim SMS ke ibunya untuk “menyelidiki” jika sesuatu terjadi padanya.

Max Spiers, 39 tahun, ayah dari dua anak, ditemukan tewas di sofa di Polandia, di mana ia pergi untuk menjadi pembicara tentang teori konspirasi dan UFO, menurut laporan The Sun.

Penyebab kematiannya dianggap alami meskipun tidak ada pemeriksaan post-mortem yang dilakukan di tubuhnya.

Tapi, penyelidikan ‘terlarangnya’ tentang UFO telah membuat pemerintah menutup-nutupi kemungkinan dia telah mati dibunuh, kata ibunya, Vanessa Bates, 63.

“Anak Anda dalam kesulitan. Jika sesuatu terjadi padaku, selidiki.” bunyi SMS yang dikirim Max kepada ibunya hanya beberapa hari sebelum kematiannya.

Max awalnya tinggal di Amerika Serikat selama beberapa tahun, namun telah kembali tinggal dengan ibunya, sebelum terbang ke Polandia.

“Dia membuat namanya terkenal dalam dunia teori konspirasi dan telah diundang untuk berbicara di sebuah konferensi di Polandia pada bulan Juli.” kata Vanessa.

“Dia tinggal dengan seorang wanita yang ia tidak dikenal dalam waktu lama dan dia (wanita) mengatakan kepada saya bagaimana dia menemukan Max tewas di sofa. Tapi, saya pikir Max telah menyelidik beberapa hal terlarang dan saya takut seseorang ingin dia mati.”

Baru-baru ini, ia dikatakan menyelidik kehidupan tokoh terkenal dalam politik, bisnis dan hiburan.

Kematian yang tidak dapat dijelaskan dan perawatan setelah meninggal oleh pihak berwenang, membuat banyak nitizen yakin dia dibunuh oleh agen pemerintah.

Mereka yakin bahwa pemburu UFO terlalu dekat dengan ‘kebenaran’ dan dibunuh oleh dinas rahasia atau disebut ‘men in black’.

Pada satu situs, Project Camelot, seorang blogger menulis: “Seluruh keadaan mencurigakan dan saya mendorong semua orang untuk memaksa merilis rincian tentang apa yang sebenarnya terjadi dan meminta untuk diautopsi.”

Lainnya, Craig Hewlett, menambahkan: “Jika apa yang dia (Max) katakan tidak benar, mengapa mereka membunuhnya? Orang yang sehat tidak kaget-kaget sakit dan mati, dia diracuni. ”

Ibunya Vanessa, seorang guru bahasa Inggris, juga mengutarakan teorinya.

“Max adalah orang yang bugar dengan kesehatan yang baik, namun ia tampaknya hanya mati mendadak di sofa.’

“Semua yang saya miliki adalah sertifikat kematian dari pihak berwenang Polandia yang mengatakan penyebab (kematian) alami, tapi tidak ada post-mortem yang dilakukan, bagaimana mereka bisa tahu itu? Mereka juga menolak untuk memberikan dokumen tentang hal itu kepada saya, karena saya tidak memiliki izin tertulisnya.”

Max dimakamkan di pemakaman Canterbury setelah ibunya meminta mayatnya diterbangkan ke rumah seminggu setelah kematiannya.

Pemeriksaan post-mortem dilakukan oleh ahli patologi di Kent, Inggris, tapi Vanessa mengatakan sudah lebih dari dua bulan dan dia masih tidak tahu hasilnya.

“Rupanya, dia tidak menderita luka fisik yang jelas, tetapi ia bisa saja perlahan-lahan diracuni, yang mengapa hasil tes toksikologi dari post-mortem begitu penting.” tambahnya.

Kantor Korener North East Kent hanya mengkonfirmasi kematian itu pada “awal” tahap penyelidikan.

Sumber: News.com.au

Baca Juga :

Leave a comment