Kekurangan Stok Perempuan, Pengusaha Sukses China Terbang ke Rusia Cari Isri

Reporter : | 14 Okt, 2016 - 2:22 pm WITA

agen jodoh ,Novosibirsk, OSD center, Elena Suvorova, tur istri

(foto: OSD Center)

MANADOTODAY.CO.ID – Kuranganya perempuan yang memenuhi syarat di tanah kelahiran, membuat para pengusaha sukses China mengalihkan perhatian ke Rusia. Mereka tampaknya membayar ribuan dolar untuk untuk mencari pasangan hidup di Siberia, berharap menemukan pengantin impian.

Elena Suvorova, kepala sebuah agen jodoh di Novosibirsk, kota terbesar ketiga di Rusia, menyelenggarakan ‘tur istri’ pertama untuk enam bujangan China tahun lalu. Acara ini tampaknya sukses, dengan beberapa orang benar-benar memulai hubungan dengan wanita Rusia. Jadi, tahun ini agensi Suvorova, OSD Center, kembali mengadakan tur istri untuk lima pria China, berusia 25 sampai 46 tahun, yang datang jauh-jauh dari Beijing, Hong Kong, Shanghai dan Shenzhen, dengan tujuan mencari pasangan hidup yang cocok.

“Bagi mereka, seorang wanita Rusia seperti hadiah,” kata Elena kepada Siberian Times. “Mereka ingin menikah, dan berkomitmen untuk hubungan serius.”

Dia tidak menyebutkan persyaratan apa yang harus dipenuhi para gadis agar bisa dipilih oleh orang-orang China ini.

“Semua gadis yang kami undang berusia di bawah 35 tahun,” kata Suvorova. “Awalnya mereka ingin melihat pengantin dengan kulit putih dan mata biru – Lucunya, tahun lalu gadis yang terpilih berambut cokelat dengan mata coklat.”

Suvorova menjelaskan klien China-nya “cukup sukses” dan memuji pandangan mereka tentang perempuan.

“Pria China memperlakukan wanita dengan hormat,” katanya. “Sangat penting bagi mereka bahwa wanita harus moderat, alami, tenang, murah senyum, dan tidak bersaing dengan mereka.”

Belum jelas apakah para pengusaha  ini benar-benar berhasil memulai hubungan dengan gadis-gadis Rusia, tetapi, tahun lalu memang memiliki beberapa keberhasilan.

“Ada enam laki-laki dan 25 gadis. Setelah pertemuan di Novosibirsk, ada dua pasangan. Dan tiga pasangan setelah singgah di Krasnoyarsk, “ungkap Suvorova.

Terkait naiknya minat pria China pada gadis Rusia, kepala OSD Center mengatakan, “dengan 120 pria untuk setiap 100 perempuan, pria kesusahan untuk mencari pasangan hidup di sana.’

“Banyak yang menyalahkan perbedaan antara pria dan wanita di China pada kebijakan satu anak, yang menyebabkan orang tua menghindari anak perempuan atau melakukan aborsi jika mendapatkan bayi perempuan.”

Sumber: Odditycentral.com

Baca Juga :

Leave a comment