Di Minsel Warga Mulai Kesulitan Dapatkan Bensin

Reporter : | 12 Okt, 2016 - 10:49 am WITA

BBM, bensin langka,  minahasa selatan

SPBU di desa Kapitu

AMURANG, (manadotoday.co.id) – Bahan Bakar Minyak (BBM) jenis Premium, kini mulai sulit diperoleh warga yang berdomisili di wilayah Kabupaten Minahasa Selatan (Minsel). Pasalnya, di tingkat pedagang eceran, BBM yang dikenal warga dengan sebutan bensin ini mulai jarang dijual. Bukan hanya itu, di sejumlah Stasiun Pengisian Bahan bakar Umum (SPBU) BBM jenis Premium ini cepat habis. Kondisi ini pun kemudian menjadi perguncingan hangat di kalangan masyarakat. Ada yang menduga pemerintah sudah mulai perlahan merencanakan penghapusan Premium dan akan mengganti dengan BBM jenis Pertalite dan Pertamax.

“Mungkin Bensin akan diganti dengan Pertalite, sehingga Bensin mulai langkah,” ujar Rio M salah satu warga Minsel.

Sementara itu salah satu petugas SPBU di Desa Kapitu Kecamatan Amurang Barat, ketika dikonfirmasi mengatakan bahwa, saat ini pasokan BBM jenis premium mulai dikurangi.

“Jika biasanya setiap hari dipasok 24.000 Liter, sejak beberapa hari terakhir, kita hanya mendapatkan jatah 8.000 liter setiap hari,” ujar petugas SPBU yang enggan disebut namanya ini.

“Dan sebaliknya untuk BBM jenis Pertalite kini dijatah 16.000 per liter dari biasanya hanya 8.000 liter per hari. Jadi intinya pihak Pertamina mulai membatasi alokasi Premium dan menambah jatah BBM jenis Pertalite,” kuncinya.

Diketahui harga untuk BBM jenis Premium atau Bensin di SPBU per liter seharga Rp.6450. Dan BBM jenis Pertalite Rp.7.100 per liter. Sementara di pedagang eceran BBM Premium dijual dikisaran Rp.8.000 hingga Rp 9.000, untuk jenis Pertalite dijual di kisaran Rp.9.000 hingga Rp.10.000. (lou)

Baca Juga :

Leave a comment