Temui Bocah Perempuan 13 Tahun yang Jadi Kepala Polisi di India

Reporter : | 11 Okt, 2016 - 3:31 pm WITA

Bhavani Banu, Kantor Polisi Musheerabad ,Hyderabad, perlindungan perempuan

Bhavani Banu bersama salah satu petugas (foto: Edition.cnn.com)

MANADOTODAY.CO.ID – Bhavani Banu, baru berumur 13 tahun, dan untuk jangka waktu singkat diangkap sebagai kepala polisi pada hari Senin (10/10/2016).

Bocah kelas sembilan itu memiliki tugas yang berfokus pada masalah yang dihadapi perempuan di negara asalnya, India, dan menemukan cara untuk memperbaikinya. Dan pada hari Senin, usahanya dihargai dengan kesempatan unik: Mengepalai Kantor Polisi Musheerabad di Hyderabad.

Banu memimpin rapat dengan para petugas tentang bagaimana menangani kasus-kasus yang menimpa perempuan dan anak perempuan.

“Saya ingin memberi mereka beberapa tips,” kata Banu.

“Ketika ingin menghentikan kejahatan terhadap perempuan – atau menyelamatkan mereka – polisi harus sensitif,” katanya.

Banu yang didukung oleh Vijaylakshmi Arora, direktur salah satu LSM di India, CRY. Dia mengatakan polisi memiliki “ketidakpekaan” dalam merespon laporan korban.

Cara polisi menangani kasus adalah salah satu alasan mengapa kejahatan terhadap perempuan tidak selalu dilaporkan.

“Ini bukan hanya polisi – seluruh sistem rehabilitasi perlu diatur kembali.”

“Banyak kali polisi sendiri meminta orang tua untuk tidak mengajukan keluhan, karena alasan stigma.”

Menurut UNICEF, setiap delapan menit ada seorang anak yang hilang di India, dan anak-anak ini dipaksa menjadi pekerja atau dijual sebagai budak.

Para ahli mengatakan sikap diam berarti sebagian perempuan tidak dididik tentang hak-hak mereka, yang membuat mereka menjadi sasaran empuk dari kejahatan yang lebih serius.

“Jika perempuan mengalami kekerasan atau pelecehan, mereka sering disuruh diam,” ungkap Chhavi Goyal, salah satu koordinator organisasi yang bergerak dalam perlindungan perempuan di India.

“Banyak perempuan rentan terhadap perbudakan dan perdagangan seks di India, karena mereka tidak dididik tentang bahaya itu.” tambahnya.

Sumber: Edition.cnn.com

Baca Juga :

Leave a comment