Kisah ‘Sinterklas Suriah’, Bertaruh Nyawa Selundupkan Mainan Untuk Anak-anak Korban Perang

Reporter : | 06 Okt, 2016 - 2:11 pm WITA

Rami Adham, suriah, aleppo, Sinterklas Suriah

(foto: Rami Adham)

MANADOTODAY.CO.ID – Selama lima tahun terakhir, Rami Adham, 44, telah mendedikasikan hidupnya untuk membantu meringankan beban emosional anak-anak di ibukota Suriah, Aleppo, dengan menyelundupkan mainan ke dalam kota yang terkepung.

Rami Adhman lahir di Aleppo, tapi pindah ke Finlandia dengan keluarganya pada tahun 1989. Ketika perang sipil Suriah pecah pada tahun 2012, ia memutuskan harus membantu anak-anak dari kota asalnya dengan cara apapun yang dia bisa. Pada awalnya, ia tidak pernah berencan menggunakan mainan, berpikir bahwa makanan, obat-obatan, dan air minum adalah hal-hal yang paling penting. Namun, pada satu kesempatan ia melintasi perbatasan, putrinya mengatakan bahwa dia ingin menyumbangkan mainannya untuk anak-anak dari Aleppo. Dia menyetujui permintaan putrinya dan melihat kegembiraan di wajah anak-anak Suriah setelah mengambil mainan dari ranselnya, ia memutuskan menjadikan itu sebagai prioritasnya.

Adham dengan cepat dikenal sebagai “penyelundup mainan” dan “Sinterklas Suriah”. Dia sejauh ini telah melakukan perjalanan dari Helsinki ke Aleppo sebanyak 28 kali, dan tidak akan berhenti sampai perang berakhir.

Sampai dua tahun lalu, ia menyeberang ke Suriah melalui perbatasan dengan Turki, tapi setelah perbatasan ditutup, ia mulai menyeberang ke negara yang dilanda perang ilegal, membawa tas mainan seberat 80 kg di punggungnya sampai ke Aleppo. Perjalanannya sangat berbahaya karena dia harus berjalan kaki melewati daerah yang dikuasai pemberontak. Tetapi pemberontak bukan satu-satunya pasukan yang harus dia hindari, karena ia mengklaim upaya kemanusiaan-nya juga telah membuat dia menjadi buronan ISIS dan milisi Syiah di Suriah.

Rami Adham, suriah, aleppo, Sinterklas Suriah

(foto: Rami Adham)

Meski begitu, bahaya yang ia hadapi tidak cukup untuk menghentikan misi penyelundup mainan.

“Saat ini, anak-anak Suriah menghadapi kematian dan rasa tidak aman dan ancaman yang konstan. Mainan itu penting, “katanya kepada The Telegraph.

“Saya tidak bisa menggambarkan apa yang dirasakan anak-anak,” kata Rami kepada ZoominTV. “Ini seolah-olah mereka sudah mendapat teman baru, satu-satunya yang ingin berteman dengan mereka. Setidaknya kami bisa membawa beberapa sukacita bagi anak-anak ini.”

“Anak-anak terus datang kepada saya dan mengatakan ‘Anda lihat semua mainan yang saya miliki? Ini semua dari Anda, saya mengkoleksinya. Saya memiliki keluarga mainan sekarang. “Ini sangat indah,” tambahnya.

Ayah enam anak ini menyelundupkan sekira 1.000 mainan seberat 80 kg setiap melakukan perjalanan ke Aleppo. Mainan bermacam-macam, mulai dari boneka beruang, Barbie dan action figures, tergantung dari apa yang ia terima dari penyumbang.

Baca Juga :

Leave a comment