Mirip Mantan, Pria Tikam Wanita Sampai Mati di Gereja Pulau Jeju

Reporter : | 20 Sep, 2016 - 9:37 pm WITA

Korea Selatan, pulau Jeju, china

(foto: Shanghaiist)

MANADOTODAY.CO.ID – Wisatawan China membunuh wanita Korea Selatan di pulau Jeju, yang merupakan salah satu tujuan wisata populer di negara tersebut, hanya satu minggu setelah pemilik restoran diserang oleh sekelompok turis China di pulau yang sama.

Polisi Korea mengatakan turis 50 tahun asal China bermarga Chen telah menikam wanita Korea berusia 61 tahun bermarga Kim saat ia sedang berdoa di sebuah kapel sekira pukul 08:45 pada Sabtu pagi. Setelah ditikam empat, Kim mampu memanggil layanan darurat. Dia segera dilarikan ke rumah sakit dan menjalani operasi darurat. Sayangnya, dokter tidak dapat menyelamatkan hidupnya dan dia meninggal hari berikutnya.

Sementara itu, Chen yang melarikan diri dari TKP, berhasil ditangkap oleh polisi pada pukul 03:50 di kota lain di pulau itu, menurut The Korea Times.

Setelah diinvestigasi, polisi mengungkapkan bahwa kebencian merupakan alasan dibalik pembunuhan mengerikan tersebut.

“Dia mengatakan mengunjungi kapel untuk bertobat, namun kehilangan kontrol saat melihat wanita yang mirip dengan salah satu mantan istrinya,” kata Park Ki-nam, kepala kantor polisi setempat. “Tampaknya ia memiliki kebencian mendalam pada perempuan.”

Chen mengatakan kepada polisi bahwa istri pertama dan keduanya, telah berselingkuh dan lari dari rumah.

“Ketika saya melihat seorang wanita berdoa sendirian di gereja, pikiran tentang mantan istri tiba-tiba terlintas di pikiran saya dan saya menyerang dia,” kata Chen menurut The Korea Herald.

Bahkan dengan pengakuan Chen, polisi tidak mengesampingkan kemungkinan bahwa pembunuhan itu direncanakan. Sebelumnya, Chen telah mengunjungi kapel dua kali dan telah membeli pisau saat berada di pulau.

Chen memasuki Pulau Jeju pada tanggal 13 September dan dijadwalkan untuk pulang pada 22 September. Dengan kebijakan bebas visa selama 30 hari, turis China bisa dengan leluasa berlibur ke Jeju, tetapi dengan dua insiden yang terjadi bulan ini, penduduk setempat mulai meminta untuk mengakhiri hak istimewa tersebut.

Awal bulan ini, delapan wisatawan China ditangkap karena memulai perkelahian di restoran lokal di Pulau Jeju, diduga setelah pemilik restoran meminta mereka untuk tidak membawa minuman dari luar. Dalam perkelahian, pemilik restoran berusia 53 tahun dipukul dibagian kepala dengan botol kaca.

Baca Juga :

Leave a comment