Perang Berdarah Pemerintah Filipina Lawan Narkoba Dikatakan ‘Sukses’

Reporter : | 12 Sep, 2016 - 1:17 pm WITA

Presiden Rodrigo Duterte

Presiden Rodrigo Duterte (foto: Bangkok Post)

MANADOTODAY.CO.ID – Perang berdarah pemerintah Filipina melawan narkoba yang telah merenggut hampir 3,000 jiwa hanya dalam waktu dua bulan dikatakan “sukses” pada hari Minggu oleh juru bicara Presiden Rodrigo Duterte.

Martin Andanar, menekankan banyak dari korban, terbunuh dalam “perang geng” dan bukan oleh warga yang dimotivasi oleh presiden, seperti yang banyak kritikus katakan.

Duterte, yang menjabat pada bulan Juni setelah memenangkan pemilu berjanji untuk membunuh puluhan ribu penjahat dalam kampanyenya, meskipun terus menarik kritik internasional.

“Operasi polisi, sukses. Tapi ada juga perang antar geng atau internecine (konflik) di mana mereka membunuh satu sama lain,” Andanar mengatakan dikutip dari Bangkok Post, Senin (12/09).

Dia mengatakan tindak pembunuhan tersebut sedang diselidiki oleh polisi.

Pada akhir pekan lalu, setidaknya ada 1,466 korban tewas oleh polisi dalam operasi anti-narkoba sejak Duterte menjabat, kata juru bicara polisi Dionardo Carlos.

1,490 lainnya diklasifikasikan sebagai “kematian yang diselidiki” merujuk kepada orang-orang yang dibunuh dalam keadaan mencurigakan, banyak dari mereka diduga ditembak oleh warga atau ditemukan tewas dengan tanda-tanda pada tubuh, seperti kriminal dan narkoba.

Pemerintah telah menegaskan bahwa mereka yang tewas ditangan polisi, karena menolak saat akan dilakukan penangkapan.

Namun, kelompok-kelompok hak asasi manusia menuduh bahwa Duterte telah mendorong pembunuhan ekstra-yudisial, mengatakan polisi akan melindungi warga sipil yang membunuh pengedar narkoba dalam komunitas mereka.

Baca Juga :

Leave a comment