Bayi Terkecil di Dunia: Berat Emilia Hanya 8 ons dan Kakinya Seukuran Kuku Orang Dewasa

Reporter : | 09 Sep, 2016 - 11:48 am WITA

Bayi Terkecil, Emilia Grabarczyk, jerman

(foto: SWNS)

MANADOTODAY.CO.ID – Ketika lahir, kakinya hanya seukuran kuku jari orang dewasa dan beratnya tidak lebih dari sayur paprika.

Sembilan bulan kemudian, bayi terkecil di dunia, Emilia Grabarczyk, telah menantang maut dan berhasil bertahan hidup meskipun banyak ahli berpendapat bayi ekstra mungil tersebut akan meninggal dalam waktu cepat.

Lahir di Witten, Jerman barat, dengan ukuran hanya 22 cm dan berat hanya delapan ons, dikhawatirkan ia tidak akan bertahan hidup.

Tapi gadis, yang disebut ‘pejuang kecil’ oleh dokter yang mengobatinya, membuat semua orang heran. Beratnya sekarang 3 kg – berat badan yang sehat untuk bayi yang baru lahir.

Media lokal mengatakan itu membuat dia sebagai bayi prematur paling ringan di dunia yang mampu bertahan hidup.

Rekor sebelumnya dipegang oleh Rumaisa Rahman, yang lahir di Loyola University Medical Centre di Chicago ketika ibunya baru hamil 25 minggu. Saat lahir, dia berukuran delapan inci dan beratnya 8,6 ons.

Dr Bahman Gharavi, kepala klinik anak dan remaja di rumah sakit St Mary di Jerman, mengatakan kelangsungan hidup Emilia adalah ajaib.

“Bahkan anak-anak dengan berat lahir 14 ons jarang bertahan. Kita harus berterima kasih kepada Emilia juga untuk kelangsungan hidupnya sendiri, “katanya dikutip dari MailOnline.

Bayi Terkecil, Emilia Grabarczyk, jerman

(foto: SWNS)

”Selama lebih dari enam bulan, tidak jelas apakah dia akan bertahan hidup. Hanya dalam beberapa minggu terakhir dia semakin kuat. ” ungkap Ghavari, sambari menambahkan, “dia adalah pejuang kecil.”

Pada awal minggu ke 26 kehamilan, Prof Dr Sven Schiermeier, dokter kepala kebidanan, memutuskan bersama dengan orang tua untuk mengeluarkan bayi melalui operasi caesar.

Dia mengatakan bahwa Emilia akan meninggal dalam kandungan karena ada masalah dengan plasenta yang berarti dia tidak mendapatkan nutrisi yang dibutuhkan untuk bertahan hidup.

Biasanya, janin yang berusia 26 minggu akan memiliki berat sekira 21 ons, tapi masalah membuat berat badan Emilia tidak baik.

Orang tua Emilia, Lukas dan Sabine Grabarczyk mengatakan akan memberi anak kesempatan, bahkan kemungkinan untuk bertahan hidup sangat rendah.

Dr Gharavi menjelaskan komplikasi yang bisa terjadi termasuk peningkatan risiko hiperaktif dan kesulitan belajar.

Namun untungnya, tidak ada tanda-tanda kecacatan serius pada Emilia.

Emilia awalnya diberi makan dengan tabung kecil dan perawat menggunakan cotton bud yang dibasahi air gula untuk menenangkan dan meredakan nyerinya.

Pejuang kecil bahkan selamat dari operasi perut saat beratnya hanya 12 ons.

Baca Juga :

Leave a comment