Panasonic Kembangkan Alat Pelacak Baru Agar Tidak Ada Lagi Pesawat yang Hilang

Reporter : | 05 Sep, 2016 - 3:25 pm WITA

Panasonic ,Pesawat Hilang, AirMap

(foto: Pixabay)

MANADOTODAY.CO.ID – Sistem pelacakan pesawat baru yang disebut-sebut sebagai salah satu yang akan memastikan tidak akan ada lagi pesawat yang hilang telah dikembangkan oleh perusahaan elektronik Jepang yang berbasis di Amerika Serikat (AS), Panasonic.

Alat pelacakan berbasis web, AirMap, akan membuat maskapai penerbangan terus melakukan kontak dengan pesawat mereka, datang dua setengah tahun setelah Malaysia Airlines Penerbangan MH370 hilang secara misterius.

Pesawat menghilang dari radar pada tanggal 8 Maret 2014, saat dalam perjalanan ke Beijing dari Kuala Lumpur, dan mengakhiri perjalanannya di Samudera Hindia dan masih belum ditemukan sampai sekarang.

Dalam mengembangkan AirMap, Panasonic Avionics bekerjasama dengan operator satelit Iridium, Inmarsat dan Globalstar.

Saat ini sudah dua maskapi yang menggunakan layanan AirMap – AirAsia, Malaysia dan maskapai dari Alaska, Peninsula Airways. Tiga maskapai lain diharapkan pada akhir tahun.

AirMap adalah upgrade software yang ditawarkan ” dengan biaya tambahan” untuk maskapai yang sudah menggunakan teknologi Panasonic Avionics sebelumnya.

Layanan ini memungkinkan maskapai penerbangan untuk menyesuaikan pemicu peringatan, yang dapat diatur untuk mengirim update ke pusat kontrol setiap menit. Peringatan bisa dipicu oleh turbulensi yang parah, penurunan ketinggian tiba-tiba atau penyimpangan jalur penerbangan, mendorong maskapai untuk melakukan kontak dengan pesawat melalui teks atau pesan suara sambil terus mendapatkan update lokasi.

“Panasonic telah berada dibisnis komunikasi satelit untuk lebih dari satu dekade, jadi ini benar-benar hanya perpanjangan dan penerapan teknologi yang ada untuk mengembangkan kebutuhan pasar.” kata Jeffrey Rex, Direktur rekayasa dan pengembangan bisnis Panasonic Avionics kepada The Straits Times.

Panasonic Avionics sekarang telah mendukung hampir 300 penerbangan di seluruh dunia, tambah Rex.

AirMap adalah add-on untuk dua produk Panasonic – FlightLink, yang memberikan maskapai cakupan tampilan GPS dari satelit Iridium, dan eXConnect, sistem konektivitas broadband dalam penerbangan yang meliputi hampir seluruh dunia.

Manajer Panasonic Avionics, Matt de Ris, mengatakan perusahaan penerbangan yang menggunakan produk AirMap akan diminta untuk menghubungi setiap pesawat yang belum mengirim laporan selama lebih dari 15 menit.

Ini sejalan dengan pedoman baru yang ditetapkan awal tahun ini oleh badan perbangan sipil PBB – International Civil Aviation Organisation (ICAO) – yang mengharuskan semua pesawat untuk melaporkan posisi mereka setiap 15 menit di atas lautan terbuka mulai November 2018.

Standar industri saat ini adalah sekali setiap setengah jam.

Baca Juga :

Leave a comment