Wanita Dibunuh Agar Mayatnya Digunakan Untuk Ritual ‘Pernikahan Hantu’

Reporter : | 29 Agu, 2016 - 10:18 pm WITA

Pernikahan Hantu, china,provinsi Shaanxi,MANADOTODAY.CO.ID – Polisi di provinsi Shaanxi, China, menangkap tiga orang yang sengaja membunuh dua perempuan agar mayatnya dijual untuk dijadikan pengantin dalam ritual menyeramkan ‘pernikahan hantu’.

Menurut Global Times, pada bulan Februari, dua laki-laki bermarga Ma dan An, berjanji pada seorang wanita cacat mental untuk dicarikan suami. Mereka kemudian membawa wanita malang itu dan menyuntikan obat penenang dosis tinggi untuk membunuhnya.

Kedua laki-laki itu kemudian menyewa orang lain bermarga Yang untuk membawah mayat ke daerah Yulin, provinsi Shaanxi, di mana mayat akan dijual dengan harga 35.000 yuan (Rp 70 juta) untuk digunakan dalam ritual “pernikahan hantu.”

Tiga orang mencoba hal yang sama pada bulan April. Namun, kali ini mobil mereka dihentikan oleh polisi Shaanxi, yang menemukan mayat dalam mobil. Pekan lalu, mereka telah menjalani sidang dengan pria bermarga Ma didakwa dengan penculikan, perdagangan manusia dan pembunuhan. An dengan penculikan dan perdagangan, serta Yang dengan membantu keduanya melakukan kejahatan.

Cerita yang menakutkan ini kembali menimbulkan kekhawatiran tentang tradisi kuno “pernikahan hantu,” yang secara teknis ilegal di China, namun masih dipraktekkan, terutama di daerah pedesaan provinsi Shanxi.

Para pria di sana sering kesulitan mencari pasangan hidup karena kurangnya wanita. Hal ini menyebabkan banyak orang mati dengan tidak menikah. Keluarga percaya bahwa seorang pria yang pergi ke alam baka tanpa seorang wanita di sisinya bisa menyebabkan nasib buruk – bahkan memberi kutuk bagi keluarga. Untuk menghindari ini, kadang-kadang, keluarga dapat mengatur “pernikahan hantu”.

Seorang mayat perempuan dapat dijual dengan harga 100.000 yuan (199 juta) di pasar gelap. Pada bulan Mei, satu keluarga menguluarga uang 180.000 yuan (357 juta) untuk pengantin mayat yang masih segar.

Dengan keuntungan yang besar, praktek ini juga memaksa orang-orang yang tidak bermoral untuk mencuri mayat. Satu desa di Shanxi dihantui oleh perampok kuburan, desa itu kehilangan 15 mayat perempuan dalam tiga tahun terakhir.

Dengan permintaan yang masih sangat tinggi, beberapa penjahat mulai membunuh para wanita untuk meningkatkan pasokan. Seorang pria juga ditangkap di Inner Mongolia tahun lalu karena membunuh seorang wanita dengan rencana untuk menjual tubuhnya sebagai pengantin mayat, BBC melaporkan.

Baca Juga :

Leave a comment